SLEMAN - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan untuk seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bisa memiliki rapid test. Meski demikian, di Kabupaten Sleman baru ada satu lokasi yang memiliki alat pengujian cepat untuk program makan bergizi gratis (MBG) ini.
Korwil SPPG Sleman Hening Sucahya menjelaskan, satu lokasi tersebut berada di Kapanewon Ngaglik dan berada di bawah naungan Polri. Lewat alat ini, sampel bahan baku sebelum diolah dan makanan matang bisa dilihat kandungan kimiawinya. Seperti boraks atau formalin.
"Hasilnya langsung keluar pada saat itu juga," sebutnya saat dihubungi lewat sambungan telepon Jumat (24/10).
Baca Juga: Kalahkan MAN 1 Yogyakarta, Smase Melaju ke Fantastic Four
Untuk SPPG lainnya dia sebut segera menyusul karena perintah dari presiden untuk segera dilakukan demi keamanan pangan. Hal ini mengingat banyaknya kejadian luar biasa keracunan makanan.
"Itu diduga karena kontaminasi bakteri, tapi semisal karena kontaminasi kimia akan beda cerita," tambahnya.
Baca Juga: Dinas PerindagkopUKM Kota Jogja Sukses Gelar Sunmor Tirtodipuran Street Festival, Jadi Role Model Kolaborasi Sejahterakan UMKM
Hening menyebut, belum bisa memastikan kapan semua SPPG di Bumi Sembada memiliki alat ini. Hanya saja dia menegaskan akan disalurkan dalam waktu dekat. Total SPPG yang ada Sleman mencapai 87 unit dan 67 di antaranya sudah beroperasi.
"Kalau yang belum punya rapid test untuk antisipasi itu bisa kerja sama dengan supplier yang sudah berizin. Jadi kualitas bahannya terjaga," tambahnya.
Baca Juga: I League Gelar BRI Super League Goes To Campus: Kenalkan Sepak Bola, Buka Peluang Karier Generasi Muda
Sementara itu, Kepala SPPG Margomulyo Joni Prasetyo menyebut, untuk mencegah keracunan dilakukan dengan memperketat pengawasan terhadap seluruh proses produksi. Khususnya pada tahap penerimaan dan pengolahan bahan baku.
"Kami menekankan pentingnya ketegasan terhadap supplier yang tidak memenuhi standar, serta memastikan seluruh relawan dan tenaga produksi bekerja sesuai SOP," katanya. (del/eno)