JOGJA - Film Nyanyi Sunyi Dalam Rantang resmi melakukan roadshow pada Jumat (13/6/2025).
Yogyakarta, tepatnya bioskop Empire XII dipilih sebagai lokasi pertama dalam roadshow pemutaran film yang disutradarai oleh Garin Nugroho tersebut.
Pemilihan Yogyakarta sebagai kota pertama bukan tanpa alasan. Namun karena memang sebagian besar proses syuting dilakukan wilayah tersebut.
Selain melibatkan aktor aktor lokal, Yogyakarta juga memiliki makna simbolis gerakan anti korupsi nasional.
Sebagaimana diketahui, Yogyakarta menjadi salah satu lokasi penting dalam proses penyusunan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2018. Peraturan tersebut menjadi dasar hukum pelaksanaan Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK)
Sutradara Garin Nugroho mengatakan, Yogyakarta memiliki makna bukan sekedar sebagai tempat syuting.
Namun juga tempat berpikir bahwa sampai saat ini masih ada suara-suara yang sering tidak terdengar.
Itu juga yang mendasari pemilihan Yogyakarta sebagai lokasi pertama roadshow film Film Nyanyi Sunyi Dalam Rantang.
“Kami ingin memulai perjalanan ini dari tempat di mana suara itu pertama kali mengemuka,” ujar Garin di sela pemutaran, Jumat (13/6/2025).
Baca Juga: Pemprov DIY Buka Peluang PNS dari Luar Daerah Pindah Tugas ke Jogja, 24 Pendaftar Jalani Seleksi
Garin pun menyampaikan, melalui film Nyanyi Sunyi Dalam Rantang juga merupakan salah satu bentuk kritik atas kenyataan pahit dalam sistem hukum saat ini.
Walaupun demikian, dia berharap melalui film tersebut dapat menjadi bentuk refleksi perbaikan bagi pemerintahan sekarang.
Lewat karakter Puspa yang oleh Della Dartyan, film tersebut menampilkan pergulatan moral atas sistem hukum yang timpang.
Baca Juga: Didukung tapi Akan Jadi Investasi Mahal Jadikan Stadion Kridosono Training Ground bagi PSIM Jogja
Sehingga menjadi pengingat bahwa korupsi tidak hanya merugikan keuangan negara. Namun juga merampas keadilan dan ruang hidup masyarakat.
“Film ini juga merepresentasikan kenyataan menjadi kritik tentang apa yang terjadi di ruang-ruang pengadilan kita,” beber Garin.
Setelah Yogyakarta, roadshow film akan berlanjut ke beberapa kota lainnya. Misalnya seperti Jayapura (Papua), Pekanbaru (Riau), dan Balikpapan (Kalimantan Timur).
Kota-kota tersebut merupakan wilayah prioritas dalam pelaksanaan Aksi Pencegahan Korupsi untuk tahun 2025-2026.
Sementara dalam keterangan tertulisnya, Ketua KPK Setyo Budianto menegaskan, film tersebut dapat menjadi pengingat bahwa korupsi bukan soal angka.
Namun lebih kepada bagaimana nyawa, tanah, dan keadilan hilang.
Melalui pemutaran film tersebut dia berharap dapat menjadi bagian dari upaya membumikan semangat pencegahan korupsi hingga ke daerah-daerah.
"Nyanyi Sunyi Dalam Rantang bukan sekadar tontonan-film ini adalah ajakan untuk berpikir bersikap, dan bertindak Karena keberpihakan hukum semestinya hadir bagi semua warga negara, tanpa kecuali,” tegas Setyo yang juga Koordinator Tim Nasional Pencegahan Korupsi ini. (inu)
Editor : Winda Atika Ira Puspita