KEBUMEN - Dua pelajar MTsN 1 Kebumen akan berebut tiket pada ajang Seleksi Tilawatil Quran dan Hadits (STQH) Nasional XXVIII. Kafilah atau perwakilan dari Kabupaten Kebumen ini dijadwalkan akan bertanding di Samarinda, Kalimantan Timur.
Kedua pelajar tersebut masing-masing Rendra Lintang Prasojo dan Aini Nusaibah. Sebelum bertolak ke Samarinda, keduanya akan menjalani masa karantina di Semarang.
Adapun rangkaian STQH Nasional XXVIII bakal berlangsung pada 23 September-20 Oktober 2025. "Semoga anak-anak bawa hasil terbaik, karena ini juga membawa nama daerah," kata Kepala MTsN 1 Kebumen Muhiban, Selasa (23/9).
Selama ini, kata Muhiban, MTsN 1 Kebumen selalu memberikan ruang dan dorongan bagi para peserta didik agar berani berkompetisi di berbagai ajang lomba, baik ajang lomba bersifat akademik maupun non akademik. Lewat perlombaan ini juga sebagai tolok ukur selama menempuh pembelajaran di madrasah.
"Keberangkatan Rendra dan Aini adalah hasil kerja keras, doa serta dukungan banyak pihak," ucapnya.
Muhiban mengatakan, STQH Nasional XXVIII merupakan ajang bergengsi yang diselenggarakan langsung oleh Kementerian Agama (Kemenag). Di sana kemampuan setiap peserta akan diuji dalam bidang tilawati quran dan hadis.
Dia berpesan lewat kompetisi ini dapat dijadikan sarana meneguhkan syiar islam sekaligus mencari pengalaman baru. "Kami mohon doa restu masyarakat Kebumen agar keduanya dapat tampil maksimal dan meraih prestasi terbaik," jelasnya.
Sebelum berkompetisi, kedua pelajar MTsN 1 Kebumen itu dilepas langsung Wakil Bupati Kebumen Zaeni Miftah di Gedung A Setda Kebumen, Senin (22/9).
Pada kesempatan itu Zaeni menyatakan apresiasi serta dukungan kepada perwakilan Kebumen yang akan bertanding di ajang STQH Nasional XXVIII.
Menurut Zaeni, keikutsertaan pelajar Kebumen dalam ajang tingkat nasional bukan semata-mata mengejar prestasi, tetapi perlu dilihat juga perjalanan mereka menjaga isi dan nilai terkandung dalam alquran.
Dia juga bangga karena kerja keras mereka selama latihan terbayar dengan mengikuti ajang STQH Nasional. "Tentunya ini butuh proses panjang. Jauh hari sebelum itu sudah mengikuti pelatihan. Semoga bawa nama harum Kebumen," bebernya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo