Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Universitas Akprind Indonesia Kembangkan Berbagai Macam Teknologi Pendukung Pertanian di Gunungkidul

Agung Dwi Prakoso • Kamis, 17 Oktober 2024 | 21:56 WIB

Photo
Photo
GUNUNGKIDUL, RADAR JOGJA - Universitas AKPRIND Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam inovasi teknologi ramah lingkungan dengan mengembangkan sistem sprinkle berbasis Internet of Things (IoT) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di kawasan wisata Lumbung Mataraman, Desa Bendung, Semin, Gunungkidul.

Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penggunaan energi terbarukan melalui konsep eduwisata.

Inovasi teknologi tersebut memungkinkan kontrol penyiraman tanaman secara otomatis yang memudahkan petani.

Selain itu, pengelolaan air dapat diatur melalui internet sehingga penggunaan air lebih efisien dan tepat sasaran.

"Dengan menggunakan energi dari PLTS, sistem ini beroperasi secara mandiri tanpa bergantung pada pasokan listrik dari jaringan utama, menjadikannya solusi ramah lingkungan yang berkelanjutan," ujar Ketua Tim Pelaksana Ir. Joko Waluyo, MT saat dikonfirmasi, Kamis (17/10/2024).

Program tersebut juga untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya penggunaan energi terbarukan dan teknologi tepat guna.

Sejalan dengan visi program, pengembangan teknologi tidak hanya bermanfaat tapu juga menjaga kelestarian lingkungan.

"Kami berharap sistem sprinkle berbasis IoT dan PLTS ini dapat menjadi contoh konkret dalam penerapan teknologi hijau di sektor pariwisata dan pertanian," tuturnya.

Sesuai dengan konsep wisata Lumbung Mataraman merupakan destinasi yang mengusung konsep agrowisata edukasi.

Pengunjung tidak hanya sbelajar pertanian, namun juga teknologi yang digunakan untuk mendukung keberlanjutan lingkungan.

"Penerapan sistem ini dapat menarik lebih banyak pengunjung sehingga memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal," bebernya.

Kepala Desa Bendung Didik Rubiyanto mengatakan program tersebut membuka peluang menuju daerah pertanian yang potensial dan modern.

Menurutnya program tersebut mampu meningkatkan produktivitas pertanian.

"Kami sangat bersyukur atas perhatian Universitas AKPRIND Indonesia dalam mengembangkan teknologi tepat guna di wilayah kami. Ini juga akan menambah daya tarik wisata yang tentunya akan berdampak positif bagi masyarakat di Bendung," ujarnya.

Photo
Photo

Program tersebut juga melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah desa dan mitra baik dari kelompok sadar wisata Konco Tani dan gabungan kelompok tani dan ternak Maju Makmur.

Kegiatan itu merupakan program pemberdayaan desa binaan dengan pendanaan dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tahun 2024.

Anggota pelaksana, Dr. Syafriyudin, ST, MT menyampaikan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan kegiatan yang direncanakan selama 3 tahun. Tahun pertama, di samping mengembangkan Sprinkle dan PLTS, Universitas AKPRIND juga memperkenalkan alat pembuatan pupuk organik atau Kohe (kotoran hewan).

"Alat ini dirancang untuk mengolah kotoran hewan menjadi pupuk organik yang kaya akan nutrisi dan dapat digunakan untuk menyuburkan tanaman," ujarnya.

Tidak hanya alat tentang kohe, Universitas AKPRIND juga bekerjasama dengan nstitut Pertanian (INTAN) Yogyakarta juga memperkenalkan perajang rumput otomatis yang berguna bagi peternak lokal. Alat ini membantu proses pencacahan rumput menjadi lebih cepat dan efisien, memudahkan peternak dalam menyiapkan pakan ternak.

"Dengan adanya alat perajang rumput ini, peternak di Desa Bendung diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam pengelolaan pakan ternak mereka," tuturnya. (oso)

Foto : Universitas Akprind Indonesia kembangkan Sistem Sprinkle Berbasis IoT dan PLTS sebagai Sarana Edukasi Teknologi Ramah Lingkungan di Wisata Lumbung Mataraman, Desa Bendung, Gunungkidul

Photo
Photo
Editor : Bahana.
#Kampus #Yogyakarta #Gunungkidul #Akprind Yogyakarta #Jogja