RADAR JOGJA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti memilih untuk tidak memberikan komentar langsung terkait rencana Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, melakukan pembinaan siswa bermasalah melalui pelatihan di barak militer.
“Saya soal itu no comment dulu, ya. No comment dulu. Teman-teman wartawan coba cari pakar pendidikan yang lebih top dari saya, ya,” ujar Abdul Mu’ti kepada awak media dilansir dari ANTARA, Rabu (30/4/2025).
Ketika dimintai penjelasan lebih lanjut, Mu’ti menyatakan bahwa pihaknya belum menerima informasi resmi atau kajian mendalam mengenai rencana tersebut.
“Belum, belum belum, kami juga baru tahu itu kan juga dari media saja,” ujarnya.
Rencana pelatihan militer bagi siswa yang dianggap bermasalah ini sebelumnya diungkapkan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dalam Hari Ulang Tahun ke-26 Kota Depok yang diselenggarakan pada Jumat, 25 April 2025, di Jalan Margonda Raya.
Dalam kesempatan itu, Dedi menyampaikan bahwa program tersebut bertujuan membentuk karakter siswa, penanaman nilai-nilai disiplin dan tanggung jawab melalui pelatihan di barak militer.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program ini, Dedi menyatakan akan menyiapkan anggaran khusus yang dirancang untuk mendukung pembinaan selama enam bulan hingga satu tahun.
Ia menyebut bahwa pelatihan akan melibatkan personel TNI dan Polri.
Dedi menyebut program ini sebagai bentuk respons atas keresahan yang disampaikan para guru dan orang tua mengenai meningkatnya kasus perilaku menyimpang di kalangan siswa.
“Maka, salah satu pilihannya adalah pendekatan ini,” ujar Dedi saat ditemui di Kompleks Parlemen DPR/MPR di Jakarta, Selasa, 29 April 2025. (Fadel Muhammad)