Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bahaya! Jangan Gunakan Air Mineral Sebagai Pengganti Air Radiator, Begini Dampaknya Bagi Kendaraan

Affandi Hengky Setyawan • Kamis, 4 April 2024 | 01:44 WIB
Ilustrasi radiator motor. (HONDA FOR RADAR JOGJA)
Ilustrasi radiator motor. (HONDA FOR RADAR JOGJA)

RADAR JOGJA - Pabrikan kendaraan di Indonesia sekarang menyarankan semuanya untuk menggunakan coolant sebagai air radiator kendaraan.

Tetapi, sebagian besar pemilik kendaraan lebih memilih air mineral yang lebih murah dan mudah didapat.

Meskipun, ini dapat membahayakan mesin dan memberikan efek negatif yang berkepanjangan untuk mobil kedepannya.

Bila ingin bepergian yang jarak perjalanannya sangat jauh, hal yang perlu diperhatikan bahwa cairan yang ada pada radiator tidak hanya membantu mendinginkan mesin.

Hal Itu dibuat untuk memiliki titik didih yang lebih tinggi sehingga tidak menguap dan menyebabkan karat.

Sifat air coolant dan air berbeda, meskipun keduanya memiliki bentuk cairan. 

Sebab, jika menggunakan air mineral sebagai air radiator, dipastikan akan mengalami beberapa efek negatif karena titik didihnya lebih rendah.

Sifat air coolant dan air berbeda. Meskipun, keduanya memiliki bentuk cairan.

Jika menggunakan air mineral sebagai air radiator, dipastikan akan mengalami beberapa efek negatif karena titik didihnya lebih rendah dari coolant.

Berikut ini dampak negatifnya bagi kendaraan. 

1. Dapat menyebabkan panas yang berlebih pada pada mesin (overheat). 

Seperti yang telah kita ketahui sebelumnya, titik didih air adalah 100 derajat Celcius.

Di sisi lain, suhu yang dapat dicapai mesin kendaraan saat bekerja dapat mencapai suhu yang lebih tinggi.

Ia akan lebih mudah habis jika cairan digunakan terlalu lama, menyebabkan mesin terlalu panas, yang dapat merusak beberapa bagian mesin lainnya.

Air mineral mungkin tampak lebih murah, tetapi Anda mungkin akan menghabiskan lebih banyak menguras uang untuk perbaikan mobil Anda.


2. Dapat menyebabkan karat atau korosi. 

Air mineral tidak hanya memiliki potensi menyebabkan terlalu panas, tetapi juga dapat menyebabkan korosi pada pelat radiator logam.

Ini berbeda dengan coolant yang sudah dilengkapi dengan zat anti karat.

Karat dapat terjadi karena proses oksidasi air menguap, Jika karat sudah muncul residu kotoran dapat menyebabkan komponen radiator keropos dan membuatnya jebol.


3. Tarikan tenaga mesin menurun. 

Bila menggunakan air mineral pada radiator juga dapat menurunkan tarikan tenaga pada mesin.

Ini adalah efek dari radiator yang berkarat, yang biasanya tidak terlihat secara langsung dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk terjadi.

Karat dapat menyebabkan kerusakan internal sistem pendingin yang tidak dapat dihindari.

Pastinya, biaya perbaikan yang dikeluarkan akan jauh lebih mahal di bandingkan mengganti cairan radiator kendaraan dengan air coolant.

Baca Juga: Simak! Berikut Prediksi Puncak Arus Mudik dan Arus Balik Serta Prakiraan Cuaca BMKG Selama Masa Mudik Lebaran


4. Dapat menganggu sistem pendingin. 

Mengisi radiator dengan air mineral tampak seperti hal yang sederhana.

Tetapi, itu dapat mengganggu sistem pendingin kendaraan, namun memiliki dampak yang berbahaya.

Karena kandungan air mineral dapat menyebabkan endapan pada mesin pendingin saat mesin bekerja dan mencapai suhu 80 hingga 90 derajat Celcius dengan tekanan yang cukup tinggi.

Tak hanya itu, bahan-bahan zat tambahan akan beredar dan mengganggu sistem lainnya, seperti pompa air dan thermostat, sehingga berpotensi menyumbat radiator.


Itu tadi merupakan beberapa dampak negatif bila mengganti air coolant dengan air mineral bagi kendaraan.

Editor : Amin Surachmad
#kendaraan #Air Radiator #coolant