Menurutnya, memelihara hewan apapun itu, baik sapi, kambing, domba, ayam itu sangat tergantung dengan pakan. Rajendra sudah mampu memanajemen itu dengan baik.
Dijelaskan, satu yang tidak boleh dilakukan dalam membangun usaha adalah hindari pura-pura. Apalagi kerja yang berkaitan langsung dengan hajat hidup orang banyak, termasuk di dunia pertanian dan peternakan.
Semangat dulu dan jujur, kalau orang pinter banyak, mengandalkan kerja otak.
Dewasa ini kerja cerdas manusia bisa diganti dengan mesin. Tetapi kalau hati atau kejujuran, tidak bisa diganti. “Saya membuktikan itu, 2,5 tahun dihajar pandemi, semua sektor merayap turun, peternakan yang justru naik," jelasnya.
Ditambahkan, APBN 2023 di Kementerian Pertanian ada Rp 113 Triliun. Sementara yang dialokasikan untuk pertanian sekitar Rp 14 Triliun. Semua untuk memutar sektor pertanian ini hingga berdaya. Selain mencukupi kebutuhan nasional, pemerintah juga sudah mencoba untuk memikirkan ekspor.
Pj Bupati Kulonprogo Tri Saktiyana mengungkapkan, Rajendra Farm sejak awal memang sudah dikonsep sebagai gabungan peternakan, pertanian, industri halal dan gaya hidup. Dengan penggabungan ini tentu akan sangat menarik generasi saat ini untuk mencintai peternakan dan pertanian, karena masuk ke aspek lifestyle.
"Kulonprogo punya harapan besar, generasinya cinta dengan pertanian,” ungkapnya. Terkait ekspor farm ini juga sudah bekerjasama dengan Singapura. Ratusan kambing dikirim ke umat musim di Singapura setiap Idul Adha. Di sini juga mengolah susu kambing yang bisa tahan satu tahun. Ini bisa menjadi referensi dan dipasarkan luas termasuk ekspor. (tom/din) Editor : Editor Content