SLEMAN - Momen peringatan Hari Disabilitas Internasional yang jatuh setiap 3 Desember dimanfaatkan Rumah Sakit Umum (RSU) Sakina Idaman untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap orang-orang, termasuk anak-anak penyandang disabilitas.
RSU Sakina Idaman melalui Unit Rehabilitasi Medik berupaya mewujudkan rasa kepedulian terhadap anak-anak penyandang disabilitas melalui kegiatan gathering pada Sabtu (14/12/2024). Kegiatan ini diharapkan dapat membuka mata masyarakat akan kesetaraan hak setiap orang dan kesetaraan peran dalam hidup bermasyarakat.
Direktur RSU Sakina Idaman dr. Nur Muhammad Artha mengatakan, tema yang diangkat pada kegiatan gathering ini adalah "Grow and Shine, Special Needs with Special Opportunities".
Tema itu dipilih karena RSU Sakina Idaman ingin merayakan dan memberikan kesadaran kesetaraan hak penyandang disabilitas dalam perannya di masyarakat selama satu hari bersama. “Memberikan kesadaran akan pentingnya peran orangtua dalam meningkatkan perkembangan anak,” ujarnya, Sabtu (14/12/2024).
Dia menjelaskan, acara gathering ini dihadiri oleh pasien anak-anak. Mulai dari anak usia 1 tahun hingga di atas 6 tahun. Dengan berbagai kondisi medis seperti gangguan bicara, autisme, dan gangguan motorik. “Kegiatan ini juga untuk memotivasi mereka. Kami ingin mereka semangat dan tidak bosan serta tidak putus harapan,” katanya.
Acara gathering dikemas dalam kegiatan senam dan permainan anak yang menyenangkan seperti mewarnai, pindah bola, dan lompat lingkaran. Selain itu juga ada kegiatan diskusi dan smeinar dengan dua narasumber yang peduli terhadap perkembangan anak-anak difabel.
Narasumber pertama adalah dr. Kristia Hermawan yang membawakan topik "Apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan pada anak disabilitas?". Sementara narasumber kedua adalah dr. Asriningrum dengan tema "Home Program untuk anak disabilitas".
Artha menyampaikan, RSU Sakina Idaman ingin berkontribusi dalam membantu pemerintah untuk mengurangi jumlah penyandang disabilitas yang belum tertangani dengan baik. Menurutnya, saat ini belum semua pasien bisa tertampung di rumah sakit besar karena jumlah pasien yang terus meningkat.
Sementara penyedia layanan masih terbatas. “Kami memberikan layanan paripurna, terutama yang belum mendapatkan akses layanan di rumah sakit besar," ucapnya.
Artha berharap kegiatan ini dapat memberikan atmosfer baru untuk anak-anak penyandang disabilitas agar semangat dalam belajar, berlatih dan berkembang. Walaupun dengan segala keterbatasan. Serta mampu memberikan pandangan positif kepada para orangtua akan rencana tumbuh kembang anak-anaknya.
“Peringatan Hari Disabilitas Internasional ini kami jadikan momen untuk menyampaikan ke masyarakat bahwa kami peduli dengan kaum difabel,” tegasnya.
Kepala Instalasi Rehabilitasi Medik RSUD Sleman dr. Asriningrum menambahkan, anak-anak dengan kebutuhan khusus juga. dapat berinteraksi dengan baik layaknya anak-anak lain.
Asalkan orangtua mendampingi tumbuh kembang mereka dengan penuh perhatian. Dengan pendampingan yang baik, mereka bisa mencapai potensi terbaik yang dimiliki. “Anak difabel itu bukan beban, mereka adalah anugerah bagi orangtua, supaya orangtua mendapat jalan pintas ke surga,” katanya. (tyo)
Editor : Heru Pratomo