JOGJA - Keterbatasan bukan menjadi halangan bagi Inas Arbalina dan Indah Meirasari.
Keduanya merupakan tunawicara.
Namun kepiawaiannya dalam menyajikan kopi di Z Coffee di Kompleks Balai Kota Jogja tidak perlu diragukan.
Tangan Inas dan Indah nampak sudah ahli dalam membuat secangkir kopi bagi pelanggan.
Mulai dari mengukur berat biji, menggilingnya, sampai dengan mengantarkannya kepada pembeli.
Kopi yang disajikan pun nikmat.
Kehadiran kofisyop apalagi yang disajikan oleh tunawicara memang menambah warna baru di lingkungan Pemkot Jogja.
Apalagi penempatannya di Mall Pelayanan Publik (MPP).
Lokasi yang kerap menjadi pusat aktivitas bagi masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan publik.
Inas dan Indah merupakan penyandang disabilitas hasil binaan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Keduanya mendapatkan pelatihan dalam pembuatan kopi atau profesi barista.
Selain piawai, mereka pun diberdayakan untuk menjadi pegawai di Z Coffee dan Z Chicken Gerai Shop Hening Difabel yang diresmikan pada Selasa (21/1/2025).
Ketua Baznas RI Noor Achmad mengatakan, program Z Coffee dan Z Chicken Gerai Shop Hening Difabel merupakan salah satu gerakan cinta disabilitas dari lembaganya.
Program kofisyop dan penjualan ayam goreng itu memang sudah banyak tersebar di Indonesia.
Namun yang disajikan oleh difabel baru di Kota Jogja.
Dia menyampaikan, bahwa program tersebut memiliki tujuan agar penyandang disabilitas yang dibina Baznas bisa lebih mandiri.
Sekaligus, memberikan dampak ekonomi yang tidak hanya dirasakan oleh penyandang disabilitas.
Namun juga petani kopi.
“Dalam survei kami (disabilitas) sangat butuh bagaimana bisa hidup mandiri dan bergaul, juga berusaha dan beragama dengan baik,” ujar Achmad disela pembukaan Z Coffee dan Z Chicken.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Wali Kota Jogja Sugeng Purwanto berharap, melalui pembukaan gerai kopi di MPP Kota Jogja dapat meningkatkan ekonomi penyandang disabilitas di Kota Jogja.
Termasuk sebagai wujud perhatian pemerintah terhadap seluruh lapisan masyarakat.
Sugeng mengaku, kehadiran kofisyop di lingkungan kantor Pemkot Jogja nantinya juga akan dioptimalkan oleh kalangan ASN dan masyarakat yang berkunjung di MPP.
Khususnya untuk menikmati sajian makanan atau kopi dari barista disabilitas yang dipekerjakan di lokasi tersebut.
“Tidak ada satupun masyarakat yang tidak mendapatkan perhatian pemerintah. Semua harus diberdayakan,” terang Sugeng. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin