Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Wisatawan Jepang ke Yogyakarta Turun, ASITA DIY Sasar Pasar Timur Tengah dan Turki

Gregorius Bramantyo • Rabu, 18 Desember 2024 | 21:13 WIB
Turis jalan-jalan keliling Jogja dengan transportasi tradisional.
Turis jalan-jalan keliling Jogja dengan transportasi tradisional.

JOGJA – Kunjungan wisatawan asal Jepang ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami penurunan signifikan hingga mencapai 90 persen.

Penurunan jumlah wisatawan dari Jepang ini disebabkan oleh berbagai faktor dan hambatan.

Anggota Dewan Penasehat DPD Association of The Indonesian Tours and Travels Agencies (ASITA) DIY Edwin Ismedi Himna mengatakan, ada banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut.

Akibatnya, angka kunjungan wisatawan Jepang ke DIY dari yang sebelumnya 350 ribu di tahun lalu, kini hanya menjadi sekitar 180 ribu di tahun ini.

Dia menyebut setelah pandemi Covid-19, wisatawan dari Negeri Sakura seolah ‘menghilang’ dari Jogja.

“Bahkan sampai 90 persen. Banyak faktor memang, namun ini menurunkan angka kunjungan kita,” katanya, Selasa (17/12/2024).

Menurutnya, kondisi ini disebabkan karena berkurangnya penerbangan langsung dari Jepang ke Jogja.

Seiring dengan menurunnya promosi yang dilakukan pemerintah Jepang untuk Indonesia akibat urusan politis.

Selain itu, kabar soal tidak bolehnya naik ke atas Candi Borobudur untuk destinasi wisata cukup berpengaruh terhadap kedatangan turis asal Jepang.

Untuk itu, ASITA DIY berupaya mengembangkan inovasi dan menyusun strategi.

Guna mengembalikan kuantitas dan kualitas wisatawan asing ke Jogja.

“Di antaranya membuat pasar baru wisatawan dari negara lain. Salah satu pasar yang potensial adalah Timur Tengah dan Turki,” ucap Edwin.

Dia menyebut, perluasan pasar ke kawasan Timur Tengah dan Turki dipilih lantaran selama ini banyak warga Indonesia banyak yang berwisata ke kawasan tersebut.

Namun sebaliknya, belum banyak wisatawan dari negara tersebut yang berwisata ke Indonesia.

"Mereka merasa punya utang budi, maka warganya akan didorong untuk berkunjung ke Indonesia termasuk Jogja. Kami bisa mengambil peran dan kami yakin Jogja bisa," ujarnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke DIY pada Oktober 2024 turun 18,64 persen dibandingkan September 2024. Yaitu dari 9.621 kunjungan menjadi 7.828 kunjungan.

Wisman asal Jepang sendiri tidak termasuk ke dalam sepuluh besar negara asal wisman yang mendominasi kunjungan ke DIY pada periode Januari-Oktober 2024.

“Hanya ada 167 wisatawan dari Jepang di Oktober 2024, atau sekitar 2,13 persen,” kata Kepala BPS DIY Herum Fajarwati. (tyo)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Candi Borobudur #Yogyakarta #pasar #ASITA DIY #Turki #BPS DIY #timur tengah #turun #Kunjungan Wisatawan #jepang #Wisatawan