Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

BPTD Kelas III DIY Menyelenggarakan Giat Sosialisasi Keselematan Jalan, Ratusan Siswa SMA Dilibatkan Sebagai Upaya Mencegah Kecelakaan Jalan di Jogja

Agung Dwi Prakoso • Minggu, 19 Mei 2024 | 21:03 WIB

Foto : giat sosalisasi keselamatan jalan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas III D.I.Yogyakarta di Terminal Giwangan.
Foto : giat sosalisasi keselamatan jalan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas III D.I.Yogyakarta di Terminal Giwangan.
JOGJA - Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas III D.I.Yogyakarta menggelar kegiatan Pekan Keselamatan Jalan 2024 di Terminal Tipe A Giwangan, Yogyakarta, Minggu, (18/5/2024).

Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA/SMK) di DIY untuk mensosialisasikan keselamatan jalan dan beberapa komunitas pengguna jalan serta masyarakat umum.

"Kegiatan Pekan Keselamatan Jalan ini merupakan salah satu program untuk mendukung penurunan angka kecelakaan sebagaimana tertuang dalam Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan," ujar Kepala BPTD Kelas III D.I.Yogyakarta, Yanti Marliana saat ditemui di Terminal Giwangan, Minggu (19/5/2024).

Melalui Perpres No 1 Tahun 2022 Tentang Penetapan Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pemerintah mengajak untuk menurunkan indeks fatalitas korabn kecelakaan jalan.

Target pada tahun 2040, presentase indeks fatalitas korban kecelekaan lalu lintas jalan ditarget sebesar 85% per 10.000 kendaraan dan 65% per 100.000 penduduk.

"Hal ini sejalan dengan Resolusi PBB A/RES/74/299 Improving global road safety yang memproklamasikan Dekade Aksi Keselamatan Jalan 2021-2030, dengan target mencegah setidaknya 50% fatalitas dan cedera akibat kecelakaan lalu lintas jalan pada Tahun 2030," tuturnya.

Tema Pekan Keselamatan Jalan tahun 2024 adalah Sustainable Transport artinya para pemangku kebijakan harus memikirkan mobilitas masyarakat.

Mobilitas masyarakat dalam hal ini adalah para pejalan kaki dan juga para pengguna sepeda di jalan.

"Masyarakat juga didorong untuk menggunakan trasnportasi umum salah satunya sebagai oeningkatan kesehatan bagi mereka," jelasnya.

Yanti juga menjelaskan bahwa rancangan jaringan jalan harus mempertimbangkan risiko keselamatan khususnya kepada anak anak dan disabilitas.

Mereka dinilai berkontribusi pada kesehatan masyarakat khususnya dalam mewujudkan kota yang ramah lingkungan.

Baca Juga: Menikmati Keindahan Pluyon Kalikuning, Wisata Alam Lereng Merapi Yang Ada di Sleman Yogyakarta

Baca Juga: Prediksi Udinese vs Empoli Serie A Minggu 19 Mei 2024 Kick Off Pukul 20.00, Head to Head dan Susunan Pemain, Siapakah Pemenangnya?

"Penyelenggaraan angkutan umum haruslah aman, terjangkau, mudah diakses, dan berkelanjutan sehingga dapat menyelesaikan permasalahan transportasi umum," tandasnya.

Acara tersebut mengedukasi keselamatan bagi para pengguna jalan khususnya para siswa yang hadir.

Sosialisasi tersebut juga melibatkan Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda DIY, AKBP Widya Mustikaningrum yang menjadi narasumber dengan menyampaikan materi tentang etika tertub berlalu lintas.

"Sekitar 300 peserta yang terdiri dari siswa SMAN 5 Yogyakarta, SMK Berbudi Yogyakarta, SMAN 8 Yogyakarta, SMAN 1 Depok Sleman, Gezeh Touring Community, komunitas Pelaku Touring, pegawai di lingkungan BPTD Kelas III DIY, dan masyarakat umum kita libatkan," pungkasnya.

Sementara itu, Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda DIY, AKBP Widya Mustikaningrum menghimbau untuk tidak mengizinkan siswa berkendara ketika masih di bawah umur atau belum memiliki SIM.

Selain itu, Widya juga menyampaikan arti dari beberapa rambu atau marka jalan kepada para siswa.

"Adanya rambu tersebut sebagai pencegahan kecelakaan, contohnya seperti marka yang menyambung ketika menuju belokan itu srtinya tidak boleh mendahului karena rawan kecelakaan," ujarnya.

Selain itu, banyaknya pengendara yang melawan arus khususnya di jalan Ringroad Selatan juga menjadi keprihatinan bersama.

Hal tersebut dikarenakan tindakan melawan arus merupakan salah satu fatalitas kecelakaan dalam berkendara.

"Para orangtua kalau menjemput sekolah anakanya maksimal boncengan harus satu tidak boleh lebih, karena saya banyak melihat emak emak itu kalau menjemput anak kadang tiga bahkan lima itu berbahaya," pungkasnya. (oso)

 

Editor : Bahana.
#Pemprov DIY #Kota Jogja #Yogyakarta #Giwangan #Terminal Giwangan #BPTD #Jogja