Sekprov Pemprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji mengakui lonjakan kasus cukup signifikan. Berdasarkan penelusuran, muncul sebaran Covid-19 di lingkungan sekolah di Kapanewon Sedayu Bantul. Sumber utamanya adalah kegiatan takjiah di lingkungan masyarakat.
“Agak terkejut karena kemarin 89 kasus, sebelumnya dibawah 30 kasus. Ini perlu perhatian, sekolah, pertemuan tatap muka perlu menjadi perhatian kita,” jelasnya ditemui di Kompleks kantor Kepatihan Pemprov DIJ, Kamis (4/10).
Untuk lingkungan sekolah, Aji sudah mengingatkan berulang kali. Kaitannya adalah penegakan protokol kesehatan secara disiplin. Baik oleh siswa, guru maupun seluruh karyawan sekolah.
Mantan Kadisdikpora DIJ ini juga meminta peran aktif para orangtua siswa. Apabila anaknya sakit agar tidak berangkat ke sekolah terlebih dahulu. Langkah ini sebagai preventif potensi terpapar atau menularkan Covid-19.
“Kalau memang ada gejala, di rumah saja jangan ke sekolah. Lalu kantin mohon tidak buka dulu, karena saat di kantin anak berpotensi membuka masker,” katanya.
Skema durasi pembelajaran tatap muka (PTM) telah optimal. Dengan durasi maksimal 2 jam setuap harinya. Tujuannya agar anak tidak keluar kelas selama pembelajaran berlangsung. Terutama untuk pergi ke kantin.
“Sarapan saja di rumah, saya kira waktu 2 jam ini ideal sehingga anak tidak perlu ke kantin. Tujuannya memang menghindari saat anak enggak pakai masker agar bisa menjaga kondusivitas siswa,” ujarnya.
Dia juga memberikan wejangan untuk kegiatan masyarakat. Agar mengurangi kegiatan bersosialisasi yang menimbulkan kerumunan. Baik untuk acara hajatan maupun pemakaman.
Silaturahmi bisa berjalan dengan virtual. Sementara untuk pemakaman atau takjiah bisa secara bergantian. Tidak perlu menunggu dan bercengkerama di rumah duka.
“Dibatasi 20 orang, yang lain belasungakwa lewat virtual telepon atau whatsapp. Lalu kondangan (hajatan) walaupun diberikan keleluasaan, kelonggaran jangan kemudian kemaruk eforia, tetap batasi. Ada pesta ya dibuat secara drive thru,” katanya. (dwi) Editor : Editor News