Pertandingan digelar di Gedung Serbaguna Kantor Kalurahan Condongcatur selama dua hari. Pada Sabtu dan Minggu (13-14/9).
Dalam cabor ini Bumi Sembada berhasil keluar menjadi juara umum dengan lima medali emas. Empat medali perak dan tiga medali perunggu.
Ketua Perkumpulan Angkat Berat Seluruh Indonesia (Pabersi) DIY Reno Candra Sangaji menyebut, Porda XVII bukan sekadar ajang kompetisi.
Namun, momentum untuk melahirkan bibit unggul baru.
"Harapan kami angkat berat DIY semakin solid dan profesional," terangnya dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Senin (15/9).
Dia menegaskan, pada PON 2028 ke depan atlet DIY harus mampu merebut medali emas dan menjadi kebanggaan Indonesia. Dengan semangat Jogja Tangguh, Prestasi Tumbuh, dia optimistis bisa mencapainya.
Disinggung soal kontingen Kabupaten Sleman yang menjadi juara umum dalam cabor ini, dia menyebut merasa bersyukur dan bangga.
Prestasi ini bukan sekadar hasil kerja keras para atlet. Namun, dukungan pelatih, pengurus, pemerintah daerah, serta seluruh masyarakat.
Harapannya angkat berat DIY bisa semakin kuat dan mampu berprestasi di level nasional.
"Semoga pencapaian ini menjadi motivasi bagi daerah lain untuk terus meningkatkan pembinaan dan prestasi atletnya," kata laki-laki yang juga Lurah Condongcatur ini.
Sementara itu, Sekretaris Pabersi Kabupaten Sleman Reza Apriyanto menyebut, untuk bisa mencapai prestasi ini telah dilakukan latihan intensif. Bahkan, sejak 1,5 tahun sebelum gelaran Porda XVII dimulai.
"Dengan penjaringan atlet melalui kejurkab, kami bisa memperoleh bibit atlet yang unggul," katanya.
Setelah itu, mereka dimasukkan dalam program pemusatan latihan di kabupaten. Di sini ada tes rekor angkatan yang dilaksanakan setiap dua sampai tiga bulan sekali.
Dengan demikian, peningkatan atau progres latihan bisa terukur dengan baik.
"Harapannya atlet Sleman dapat mengembangkan prestasinya di tingkat nasional maupun internasional," tandasnya. (del)
Editor : Bahana.