Sepekan, Lima Kebakaran di Magelang gegara Bakar Sampah hingga Ulah Manusia

Naila Nihayah • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:45 WIB

 

Polresta bersama stakeholder terkait saat menggelar apel siaga karhutla di Jurang Jero, Selasa (11/8).
Polresta bersama stakeholder terkait saat menggelar apel siaga karhutla di Jurang Jero, Selasa (11/8).

 

 

 

 

MUNGKID - Dalam sepekan terakhir, sedikitnya lima kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tercatat terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Magelang. Teranyar, ada dua kebakaran di kawasan hutan Gunung Andong yang menghanguskan sekitar 3,67 hektare vegetasi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Bambang Hermanto menyebut, sepanjang Agustus ini sudah terdapat lima kejadian karhutla. Penanganan dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD, pemadam kebakaran, Perhutani, TNI, warga hingga relawan.

Dia merinci, satu kebakaran terjadi di kawasan Gunung Andong, tepatnya di Petak 27 A1 dan Petak 27 A3 RPH Pagergunung, BKPH Ambarawa, KPH Kedu Utara, wilayah Desa Jogoyasan, Kecamatan Ngablak, Senin (10/8). Kebakaran diketahui sekitar pukul 12.00 setelah warga melihat kepulan asap dari arah Selopraja.

Baca Juga: Gelombang Empat Meter Terjang Kios hingga 30 Meter dari Bibir Pantai di Kebumen

Setelah personel gabungan tiba di lokasi, pemadaman dilakukan secara manual menggunakan peralatan yang tersedia. "Petugas juga membuat ilaran atau sekat bakar untuk menghentikan penjalaran api," bebernya, Selasa (11/8).

Kebakaran tersebut, kata dia, melanda vegetasi berupa kriyu, ilalang, kaliandra, serta sebagian tanaman pinus. Luas lahan yang terdampak mencapai sekitar 3,67 hektare, terdiri atas 2,85 hektare di Petak 27 A1 dan 0,82 hektare di Petak 27 A3.

Selain itu, kebakaran kembali terjadi pada malam harinya di kawasan Gunung Andong, tepatnya Dusun Daru, Pagergunung, Ngablak. Api diketahui sekitar pukul 19.00 setelah terlihat menyala di kawasan hutan. Tim gabungan bergerak melakukan pemadaman.

Baca Juga: Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra Ingin Bangun Tim yang Kompetitif 

Bambang menyebut, selain di Gunung Andong, kebakaran juga terjadi di Dusun Ngloji, Krincing, Secang pada Kamis (6/8) sekitar pukul 14.30. Sekitar 500 meter persegi lahan terbakar.

Pada hari yang sama, kebakaran juga terjadi di Dusun Japunan, Danurejo, Mertoyudan. Kali ini api muncul setelah warga membakar rumput ilalang sekitar pukul 10.30. Api kemudian merambat ke lahan milik warga seluas sekitar 400 meter persegi.

 

Satu kejadian lainnya terjadi di Dusun Sidoharjo, Tamanagung, Muntilan. Sekitar pukul 17.00 warga membakar sampah. Sekitar pukul 18.30, api diduga merembet ke tumpukan dedaunan dan vegetasi kering di sekitarnya, total 300 meter persegi.

Baca Juga: Polemik Kadispar DIY Memanas, Pemprov Pilih Konsultasi ke BKN

Sementara itu, Kapolresta Magelang Kombes Pol Edy Bagus Sumantri mengatakan, musim kemarau membuat vegetasi mengering sehingga risiko kebakaran meningkat, termasuk di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi  (TNGM). Karena itu, kerusakan akibat kebakaran juga berpotensi mengganggu ekosistem di dalamnya.

Potensi sumber api, kata dia, dapat berasal dari berbagai aktivitas manusia. "Selain pembukaan lahan dengan cara membakar, aktivitas warga di sekitar hutan maupun kegiatan wisatawan juga perlu diawasi," bebernya. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
Magelang apel siaga polresta Kebakaran karhutla