View Master Jadi Mainan Populer Era 90-an; dengan 'Klik' Bisa Lihat ke Dunia Tiga Dimensi

MUNGKID - Sebelum keberadaan ponsel merajai, anak-anak pada era 1980-an sudah lebih dulu melihat gambar versi tiga dimensi dari sebuah mainan. Bentuknya seperti teropong kecil dengan dua lubang untuk mata, tetapi sekali dilihat, gambar di dalamnya seolah memiliki ruang dan kedalaman. 3D View-Master namanya.
Warga Dukun, Kabupaten Magelang Bayu Sapta Nugraha, menyebut, View-Master bukan sekadar mainan masa kecil. Alat itu menjadi bagian dari kenangan masa SD sekitar 1990-an. Ia bisa mendapat pengalaman melihat gambar dengan efek tiga dimensi. Seolah telah menemukan sesuatu yang luar biasa.
Bayu pertama kali mengenal View-Master setelah melihat temannya membawa mainan tersebut ke sekolah. Rasa penasaran kemudian mendorongnya untuk meminta kepada orang tua.
Kesempatan itu datang ketika Bayu diajak ke pasar malam. Di antara deretan pedagang mainan, View-Master menarik perhatiannya. Orang tuanya lantas membelikan mainan tersebut.
Sejak saat itu, Bayu mulai akrab dengan benda yang kini lebih banyak dikenang sebagai satu mainan ikonik generasi lama. "Waktu itu masih populer banget mainannya," kata Bayu, Jumat (4/9/2026).
Dia mengatakan, yang membuat View-Master berbeda dari mainan lain pada masa itu adalah pengalaman visual yang ditawarkannya. Pengguna cukup memasukkan reel atau cakram bergambar, kemudian melihat melalui dua lensa kecil.
Bayu masih mengingat sensasi ketika kali pertama melihat gambar melalui View-Master. Ia mengaku kaget sekaligus takjub karena gambar yang semula tampak seperti foto biasa mendadak terasa memiliki jarak.
"Pas pertama kali ngintip, rasanya kayak gambarnya tiba-tiba punya kedalaman. Jarak antara objek depan dan belakang jadi kerasa banget," bebernya.
Baca Juga: Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Sembilan Penerbangan Dari YIA ke Soekarno Hatta Dibatalkan
Pengalaman itu, lanjut dia, sulit diperoleh dari foto biasa. Foto hanya memberikan bidang gambar yang datar, sedangkan melalui View-Master, objek di dalam gambar seolah tersusun dalam beberapa lapisan ruang. Seolah-olah tengah berada di tempat tersebut.
Efek tiga dimensi itu, menurut Bayu, benar-benar terasa, terutama ketika reel yang digunakan memiliki gambar dengan komposisi yang kuat. Objek di bagian depan tampak lebih dekat, sementara objek di belakang terasa menjauh. "Mata jadi fokus sendiri," sebutnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




