Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

3D View Master, Teknologi Lawas yang Disebut Cikal Bakal Virtual Reality

A
Penulis: Aris Romadhon❯
Dosen Program Studi Fotografi, FSMR ISI Jogjakarta, Achmad Oddy Widyantoro. Aris Romadhon/Radar Jogja
Dosen Program Studi Fotografi, FSMR ISI Jogjakarta, Achmad Oddy Widyantoro. Aris Romadhon/Radar Jogja

BANTUL - Jauh sebelum teknologi virtual reality (VR) yang memungkinkan manusia masuk dan berinteraksi dengan dunia digital, ada sebuah perangkat sederhana yang menawarkan sensasi serupa, namanya 3D View-Master.

Advertisement

Berbentuk seperti teropong kecil, di dalamnya terdapat piringan berisi rangkaian gambar yang dapat diputar menggunakan tuas, sehingga gambar yang dilihat pengguna dapat berganti satu per satu.

Advertisement

Teknologinya memang jauh dari perangkat VR saat ini. Namun, menurut Dosen Program Studi Fotografi, Fakultas Seni Media Rekam (FSMR) Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta Achmad Oddy Widyantoro, konsep dasar 3D View-Master memiliki kemiripan dengan teknologi VR.

"Kalau saya mengamati dari segi bentuk dan penggunaannya, kami merasa ini menjadi cikal bakal dari alat-alat kekinian, alat-alat visual imaji kekinian seperti virtual reality," ujar Achmad.

Mengingat penggunaannya, 3D View-Master kuncinya terletak pada cara perangkat itu menyajikan gambar terhadap kedua mata. Pengguna tidak melihat gambar yang dari jauh, melainkan langsung melalui alat yang ditempelkan di depan mata layaknya menggunakan teropong.

Cara itu menciptakan sensasi kedalaman sekaligus membuat pengguna seolah-olah berada lebih dekat dengan gambar. "Sehingga kita kayak ada rasa immersive, kayak masuk ke dalam gambar itu," tambahnya.

Konsep tersebut kemudian berkembang ke dalam teknologi VR. Jika 3D View-Master hanya menyajikan gambar yang telah disiapkan dan diganti satu per satu, VR mampu menghadirkan lingkungan visual yang berkesinambungan. Pengguna bukan hanya melihat, tetapi juga dapat berinteraksi dengan lingkungan virtual.

"Kita bisa masuk ke dalam itu sambil berinteraksi dengan dunia di dalam tersebut," tambahnya. Dengan kata lain, perkembangan teknologi itu bergerak dari sekadar melihat gambar menjadi mengalami sebuah ruang.

Ahmad menjelaskan kesan tiga dimensi pada 3D View-Master dapat muncul melalui cara gambar disajikan. Secara teknis, gambar tidak sekadar ditempatkan sebagai satu lapisan, tetapi dimungkinkan memiliki beberapa lapisan atau pada bahan cetak yang digunakan sehingga menciptakan kesan 3D dan memunculkan persepsi kedalaman bagi pemakainya.

Menurutnya, penyajian itu membuat gambar terasa memiliki ruang. Efek visual itu kemudian memperkuat pengalaman imersif yang menjadi salah satu karakter utama teknologi visual modern.

Namun, kemampuan 3D View-Master tetap memiliki batas. Perangkat ini tidak merekam gambar secara langsung. Seluruh imaji yang ditampilkan sudah dipersiapkan sebelumnya. Ketika digunakan, pengguna hanya menikmati gambar yang tersedia.

Karena itu, Ahmad membedakan 3D View-Master dengan kamera. "Kalau kamera itu condongnya adalah dia merekam. Sementara ini kan kita hanya melihat," ujarnya.

Dalam perspektif media rekam, 3D View-Master justru dapat dilihat sebagai bagian dari luaran media rekam. Proses media rekam terjadi ketika gambar diproduksi dan dipersiapkan sebelum dimasukkan ke perangkat. Setelah itu, 3D View-Master berfungsi sebagai media penyaji.

Keterbatasan ini membuat penggunaan 3D View-Master pada akhirnya lebih banyak bergeser ke ranah hiburan. Teknologi itu tidak mampu menghadirkan gambar bergerak secara berkelanjutan maupun interaksi dengan lingkungan seperti yang ditawarkan teknologi digital sekarang.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Long Weekend Hari Kemerdekaan, Pengunjung Melonjak, PAD Pariwisata Gunungkidul Tembus Rp 47 Miliar

Long Weekend Hari Kemerdekaan, Pengunjung Melonjak, PAD Pariwisata Gunungkidul Tembus Rp 47 Miliar

Ledakan kunjungan wisatawan saat long weekend HUT ke-81 Kemerdekaan RI ikut mengerek pendapatan asli daerah (PAD) Gunungkidul sektor pariwisata. Hingga 18 Agustus 2026, retribusi pariwisata telah mencapai Rp 47 miliar.

Long Weekend, Okupansi Hotel di DIY Tak Capai Target: Banyak Wisatawan Beralih Akomodas Lebih Murah

Long Weekend, Okupansi Hotel di DIY Tak Capai Target: Banyak Wisatawan Beralih Akomodas Lebih Murah

Target okupansi hotel di DIY selama momentum long weekend HUT ke-81 Kemerdekaan RI meleset. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY mencatat tingkat okupansi belum mampu mencapai target yang ditetapkan 80..

Parkir Liar di Jalan Pasar Kembang Diduga Difasilitasi Oknum Jukir, Ratusan Kendaraan Ditilang selama Long Weekend

Parkir Liar di Jalan Pasar Kembang Diduga Difasilitasi Oknum Jukir, Ratusan Kendaraan Ditilang selama Long Weekend

Satuan Lalu lintas (Satlantas) Polresta Jogja menindak 245 pelanggar parkir liar di Jalan Pasar Kembang (Sarkem) selama libur panjang 14-16 Mei 2026. Maraknya pelanggaran diduga turut difasilitasi oknum juru parkir..

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer