MUNGKID - Destinasi wisata Ketep Pass di Kabupaten Magelang mengalami peningkatan kunjungan selama pekan pertama libur sekolah. Kenaikan tersebut terjadi seiring dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan pengelola jauh sebelum periode liburan.
Kepala Bagian Pemasaran dan Promosi Ketep Pass Magelang Edwar Alfian menjelaskan, pengelola telah melakukan sejumlah langkah antisipatif. Termasuk pembenahan fasilitas dan koordinasi dengan pelaku wisata di kawasan tersebut.
Baca Juga: Kontrak Ribuan PPPK Gunungkidul Segera Berakhir, Berharap Tak Ada Pengurangan Pegawai
Dia menyebut, persiapan dilakukan secara intensif selama kurang lebih dua pekan sebelum libur sekolah. Seluruh elemen pendukung wisata, termasuk kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dilibatkan untuk memastikan kesiapan layanan bagi pengunjung. "Semua fasilitas kami siapkan dan kami perbarui," ujarnya Sabtu (27/6).
Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil dengan meningkatnya jumlah kunjungan harian. Jika pada hari biasa jumlah wisatawan berkisar antara 200 hingga 300 orang per hari, selama libur sekolah angka kunjungan meningkat hingga sekitar 500 orang per hari.
Baca Juga: Muhammad Irvan Ardianto; Lulus Untidar Magelang tanpa Skripsi dengan IPK 3,98, Selepas SMK Kerja Dulu Setahun untuk Menabung Kulia
Lonjakan yang lebih signifikan terjadi pada akhir pekan. Jumlah pengunjung bahkan menembus angka lebih dari 2.000 orang dalam satu hari. Terlebih, Ketep Pass menjadi alternatif wisata dengan harga tarif masuk (HTM) yang rendah.
Edwar menyebut, HTM berada di kisaran Rp 10 ribu hingga Rp 12.500 itu dinilai masih dapat dijangkau oleh berbagai lapisan masyarakat. Menurutnya, dengan harga tersebut, masyarakat masih bisa berwisata tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Dia menambahkan, pengelola sengaja tidak mengemas seluruh layanan dalam bentuk paket wisata agar tetap terbuka bagi semua segmen pengunjung. Strategi ini memungkinkan wisatawan datang dengan biaya sesuai kemampuan masing-masing.
Baca Juga: Baru Pulih, Tapi Cedera Lagi, Winger Spanyol Nico Williams: Salah Satu Hari Terburuk
Pendekatan tersebut juga dinilai relevan dengan karakter wisata keluarga, khususnya selama libur sekolah. Banyak orang tua memilih destinasi yang tidak memerlukan biaya besar dan tidak harus bepergian ke luar daerah. "Wisatawan, terutama keluarga, masih bisa berlibur tanpa harus jauh-jauh keluar daerah," bebernya.
Selain faktor harga, pengelola juga menaruh perhatian pada kualitas pelayanan. Menjelang libur sekolah, para pelaku wisata di kawasan Ketep Pass, termasuk pedagang dan pengelola fasilitas, mendapatkan pembekalan terkait pelayanan terhadap wisatawan. (aya/eno)