Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wisatawan Sleman saat Libur Sekolah Capai 921 Ribu Kunjungan, Lebihi Target Dua Kali Lipat

D
Penulis: Delima Purnamasari❯

Advertisement

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Kus Endarto. Delima Purnamasari/Radar Jogja 
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Kus Endarto. Delima Purnamasari/Radar Jogja  

SLEMAN - Periode libur sekolah sejak Sabtu (20/6) berakhir pada Minggu (11/7) lalu. Momen ini jadi peningkatan wisatawan di Kabupaten Sleman dengan total mencapai 921.851 kunjungan. Angka tersebut jauh melampaui target awal Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman sendiri sebesar 300.000-450.000 kunjungan. 

Advertisement

 

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Kus Endarto menjelaskan, angka tersebut didapatkan dari periode monitoring pada 15 Juni sampai 13 Juli lalu. Dia sebut klasifikasinya paling banyak tetap wisatawan nusantara sebanyak 98,28 persen dan sisanya adalah wisatawan mancanegara. Jika melihat komposisi jenis wisata, dia sebut yang mendominasi masih tetap wisata alam sebanyak 362.929 kunjungan dengan destinasi favoritnya adalah Merapi Adventure.

 

 

Peringkat kedua adalah wisata budaya sebanyak 191.221 kunjungan dengan destinasi favorit Candi Prambanan. Lalu ketiga adalah wisata buatan sebanyak 171.708 kunjungan dengan destinasi tempat rekreasi keluarga.  "Libur sekolah ini memang jadi salah satu puncak kunjungan pariwisata di Kabupaten Sleman," katanya, Selasa (14/7). 

 

Jika melihat trennya Kus menyebutkan, lonjakan tertinggi terjadi pada akhir pekan. Misalnya pada Sabtu (4/7) dengan 69.831 kunjungan dan Minggu (5/7) dengan 68.099 kunjungan. Momen tersebut bertepatan dengan diselenggarakannya Prambanan Jazz Festival 2026.

 

Kenaikan wisatawan diakui memang dipengaruhi dengan gelaran acara yang beda dan memiliki nilai tinggi di masyarakat. Ini jadi alasan mereka untuk mau datang lalu menginap di Bumi Sembada sehingga bisa meningkatkan pendapatan asli daerah. Menurutnya, saat ini tidak bisa semata-mata hanya mengandalkan destinasi untuk menarik wisatawan. Dinas pariwisata sendiri dia sebut juga akan menyelenggarakan Sleman Temple Run pada Agustus mendatang. 

 

"Kalau event dari swasta pasti juga akan banyak," katanya. (del) 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Libur Sekolah, Malioboro Jadi Magnet Wisata: Efeknya Sebar Wisatawan hingga Gunungkidul   

Libur Sekolah, Malioboro Jadi Magnet Wisata: Efeknya Sebar Wisatawan hingga Gunungkidul  

Malioboro tetap menjadi magnet utama pariwisata DIY. Ikon wisata tersebut tidak hanya menyedot kunjungan wisatawan, tetapi juga mendorong penyebaran pelancong ke berbagai destinasi di kabupaten dan kota lain.

Retribusi Jadi Rp 5 Ribu, Kunjungan Wisatawan di Pantai Barat Bantul Naik Tiga Kali Lipat di Akhir Pekan

Retribusi Jadi Rp 5 Ribu, Kunjungan Wisatawan di Pantai Barat Bantul Naik Tiga Kali Lipat di Akhir Pekan

Jumlah kunjungan wisatawan di pantai barat Bantul meningkat tiga kali lipat. Peningkatan itu terjadi saat akhir pekan setelah adanya penurunan retribusi dari Rp 15 ribu menjadi Rp 5 ribu.

Fasilitas Pendukung Minim, Becak Listrik di Kota Jogja Sulit Bersaing Gaet Wisatawan 

Fasilitas Pendukung Minim, Becak Listrik di Kota Jogja Sulit Bersaing Gaet Wisatawan 

Ambisi menjadikan becak listrik sebagai moda transportasi tradisional ramah lingkungan ternyata belum dibarengi fasilitas pendukung stasiun pengisian daya. Kondisi itu membuat para tukang becak listrik sulit bersaing.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer