KEBUMEN - Dewan Pengurus Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kebumen menyatakan sikap ke depan untuk lebih mencintai alam. Keputusan ini diambil sebagai bentuk respons atas maraknya bencana alam yang dinilai akibat krisis ekologis.
Ketua DPC PDIP Kebumen Saiful Hadi menegaskan, krisis ekologis yang semakin hari kian mengkhawatirkan menjadi perhatian serius kader partainya. Menurutnya jika persoalan tersebut tidak tertangani dengan baik, maka masyarakat akan dihadapkan pada ancaman bencana yang ujungnya merugikan.
"Sikap kami jelas. Berpartai bukan cuma cari kekuasaan, tapi bagaimana mengabdi kepada tuhan, rakyat, alam dan bangsa," ucap Saiful selepas sosialisasi hasil Rakernas PDIP Minggu (18/1).
Dia mengatakan, pilihan untuk menjaga alam bukan hanya sekadar slogan. Tetapi sudah menjadi komitmen bersama kader PDIP, sebagaimana tertuang dalam keputusan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDIP Tahun 2026 yang belum lama digelar.
Saiful mengungkapkan, keseriusan PDIP untuk merawat alam juga dipertegas oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam beberapa kesempatan. "Sudah kami mulai, kalau bikin kegiatan proritas ada penanaman mangrove dan reboisasi di wilayah pegunungan. Ke depan akan lebih intensif lagi," katanya.
Saiful menerangkan, bencana alam di Sumatra dan Aceh belakangan ini perlu menjadi alarm bersama. Bagi PDIP, kata dia, krisis ekologis menjadi tantangan ke depan. PDIP sendiri melihat bencana akibat kerusakan ekologis tak jauh dari berbagai faktor. Seperti kesalahan kebijakan tata ruang, konversi hutan yang tak terkendali hingga industrialisasi ekonomi ekstraktif.
Dalam kontkes ini kemudian PDIP mengambil sikap ideologis sesuai garus perjuangan partai untuk berperan aktif dalam penanganan krisis ekologis. Sebab, ketika kerusakan ekologis terus dibiarkan berpotensi mengancam keselamatan rakyat dan masa depan bangsa. "Apa yang menjadi hasil rekomendasi rakernas, itu yang menjadi pijakan kami," ucap Saiful.
Sementara itu, legislator dari PDIP Fitria Handini menyatakan, krisis ekologis merupakan persoalan cukup kompleks yang harus dikerjakan bersama. Ia menegaskan PDIP melalui kader yang duduk di kursi DPRD akan turut andil melakukan upaya pencegahan. Yaitu, dengan memastikan kebijakan tata ruang, penghentian deforestasi serta pemulihan ekosistem lingkungan.
Tak kalah penting, melalui tugas dan fungsi DPRD, legislator PDIP akan mendorong pengelolaan sumber daya alam tidak menjadi ancaman bagi rakyat. Melainkan ditujukkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita