KEBUMEN - Sebanyak 667 jiwa di Desa Kalirejo, Kecamatan Karanggayam mengalami krisis air bersih akibat dampak kekeringan.
Saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen telah melakukan asesemen lapangan sebagai dasar tindak lanjut penanganan.
Bako Humas BPBD Kebumen Heri Purwoto menyampaikan, kekeringan yang terjadi hampir merata di wilayah Desa Kalirejo. Berdasar hasil pendataan, 667 jiwa yang terdampak kekeringan masuk dalam 181 kepala keluarga atau KK. Mereka tersebar di enam padukuhan.
"Tim reaksi cepat sudah ke lokasi. Sudah dilakukan penanganan," bebernya, Kamis (11/9).
Berdasar hasil asasemen warga di wilayah Desa Kalirejo dinyatakan layak mendapatkan bantuan distribusi air bersih. BPBD, kata dia, akan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat dalam upaya penanganan kekeringan. Dia berharap curah hujan ke depan akan tinggi sehingga suplai air bersih warga dapat tercukupi.
Heri mengatakan, kekeringan yang terjadi di Desa Kalirejo karena berkurangnya debit mata air. Kondisi ini mengakibatkan warga setempat tidak mampu mencukupi kebutuhan air. Bahkan warga rela menempuh jarak cukup jauh demi mendapatkan air bersih. "Kebutuhan sementara lima tangki air," katanya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kebumen Bambang Sutrisno meminta BPBD sigap dalam penanganan bencana kekeringan, utamanya di wilayah Kebumen bagian utara. Dia tak ingin warga menderita akibat tidak tercukupinya kebutuhan air bersih. "Kebetulan rumah saya di Karanggayam. BPBD harus gerak cepat. Kasihan warga kalau telat penanganan," bebernya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo