Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Upayakan Tingkatkan Produktivitas, Kementerian ATR/BPN Serahkan 195 Sertifikat Tanah di Bantul

Gregorius Bramantyo • Kamis, 25 April 2024 | 01:42 WIB
Salah seorang pemiik lahan penerima sertifikat menunjukkan lahan pertanian miliknya di Bulak Ciren, Kalurahan Triharjo, Pandak, Bantul, Rabu (24/4/2024).
Salah seorang pemiik lahan penerima sertifikat menunjukkan lahan pertanian miliknya di Bulak Ciren, Kalurahan Triharjo, Pandak, Bantul, Rabu (24/4/2024).

BANTUL – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyerahkan 195 sertifikat kepada pemilik lahan di Bulak Ciren, Kalurahan Triharjo, Pandak, Bantul, Rabu (24/4/2024).

Konsolidasi tanah area persawahan ini bertujuan untuk menata dan mendata ulang bidang tanah.

Direktur Jenderal Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan Kementerian ATR/BPN Embun Sari mengatakan, penataan ini dimaksudkan untuk menghadirkan jalan dan irigasi pertanian.

Konsolidasi tanah juga dilakukan untuk mengatur lagi bidang tanah sawah untuk meningkatkan produktivitas.

Dari total 5,2 hektare luasan area persawahan di Bulak Ciren, sebanyak 195 pemilik lahan menghibahkan seluas 4.000 meter persegi untuk menjadi jalan tani dan parit irigasi.

Embun berharap, meski menaikkan harga jual tanah yang sudah ditata, ia meminta kepada penerima sertifikat agar tidak menjual tanahnya.

Karena, area persawahan yang mendapatkan program konsolidasi dari Kementerian ATR adalah lahan produktif.

“Salah satu tujuan program ini adalah mendukung ketahanan pangan dengan mempermudah akses jalan dan irigasi ke area tanam. Kami juga mendukung semua pemangku kepentingan pertanian di daerah untuk membantu membangun infrastruktur,” ujarnya, Rabu (24/4/2024).

Kepala Kantor Wilayah BPN DIY Suwito menyebut, sejak dilaksanakan pada 2023 lalu, pihaknya telah mengkonsolidasi berbagai bidang tanah di Sleman, Kulon Progo dan Bantul.

Menurutnya, di Sleman terdapat 300 tanah yang dikonsolidasi. Sementara di Samigaluh, Kulon Progo, ada sebanyak 200 bidang.

“Di Bantul, dari 200 bidang baru terselesaikan 195 bidang dan kami targetkan tahun ini selesai,” katanya.

Secara keseluruhan, menurut Suwito, konsolidasi tanah di ketiga kabupaten itu juga menyasar area pertanian.

Selain mendukung program ketahanan pangan, konsolidasi tanah juga bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan dan meminimalisir permasalahan.

Lurah Triharjo Suwardi mengungkapkan, wilayahnya sudah mendapatkan program konsolidasi tanah sebanyak tiga kali.

Setelah ditata, dalam setahun lahan bisa panen sebanyak empat kali.

"Di Ciren sini dari dua kali panen, harapannya nantinya bisa empat kali panen,” ujarnya.

Ia berharap Kementerian ATR/BPN juga memasukan Kalurahan Triharjo dalam program konsolidasi tanah berikutnya.

“Karena di sisi selatan Bulak Ciren masih ada 400 bidang yang bisa ditata,” harap Suwardi. (tyo)

Editor : Amin Surachmad
#konsolidasi #Pemilik Tanah #ATR/BPN #Bantul #sertifikat #kementerian