SLEMAN - Seorang anak laki-laki meninggal dunia akibat tertemper kereta api di jalur rel wilayah Gamping Lor, Ambarketawang, Gamping, Sleman, Rabu (4/3) sekitar pukul 15.15 WIB. Korban diketahui berinisial MHRA, bocah lima tahun ini merupakan warga asal Kulon Progo yang saat ini tinggal bersama orang tuanya di wilayah Gamping Lor, Sleman.
Kasi Humas Polresta Sleman AKP Salamun menjelaskan, peristiwa ini terjadi saat KA Bandara relasi YIA-Yogyakarta melintas dari arah barat ke timur. Berdasarkan keterangan petugas stasiun, masinis telah membunyikan semboyan peringatan berulang kali ketika melihat korban menyeberang rel sambil menuntun sepeda. Namun karena jarak sudah terlalu dekat, kecelakaan tidak dapat dihindari.
"Kereta sempat berhenti untuk melaporkan kejadian kepada petugas stasiun terdekat, kemudian melanjutkan perjalanan," kata Salamun lewat keterangan resmi Rabu (4/3).
Dia menyebut, petugas stasiun bersama personel melakukan penyisiran di sekitar lokasi dan menemukan korban berada di sisi selatan rel. Sekitar sepuluh meter dari titik kkejadian Mendapat laporan tersebut, gabungan fungsi Polsek Gamping yang dipimpin Pawas segera mendatangi lokasi, melakukan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP), mencatat keterangan para saksi, serta berkoordinasi dengan Tim Inafis Polresta Sleman.
"Jenazah korban selanjutnya dievakuasi bersama relawan dan dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Gamping guna proses medis lebih lanjut," terang Salamun.
Dia menyampaikan, bahwa lokasi kejadian dalam kondisi relatif sepi sehingga tidak ada warga yang mengetahui secara langsung peristiwa tersebut. Dugaan sementara, korban kurang memperhatikan situasi saat menyeberang rel. Salamun turut mengimbau kepada masyarakat, khususnya orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak. Agar tidak beraktivitas di sekitar jalur rel kereta api demi keselamatan bersama. (del)
Editor : Sevtia Eka Novarita