YOGYAKARTA – Mengawali pagi pertama di tahun 2026, Gunung Merapi terpantau masih menunjukkan aktivitas vulkanik yang fluktuatif. Berdasarkan laporan aktivitas gunungapi periode pengamatan Kamis, 1 Januari 2026, pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, gunung yang terletak di perbatasan DIY dan Jawa Tengah ini tercatat meluncurkan guguran lava sebanyak empat kali.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan bahwa guguran lava tersebut mengarah ke Barat Daya atau Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.500 meter.
Kondisi Visual dan Meteorologi
Pada enam jam pertama di tahun baru ini, cuaca di sekitar puncak Merapi terpantau cerah hingga berawan dengan angin bertiup lemah ke arah timur. Secara visual, gunung terlihat jelas dengan asap kawah bertekanan lemah berwarna putih intensitas tebal setinggi 20 meter di atas puncak.
Data kegempaan menunjukkan aktivitas internal yang masih aktif, di antaranya:
Gempa Guguran: 25 kali (Amplitudo 2-8 mm, Durasi 70.54-163.52 detik).
Gempa Hybrid/Fase Banyak: 19 kali (Amplitudo 2-25 mm).
Status Siaga dan Potensi Bahaya
Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Merapi masih bertahan pada Level III (Siaga). BPPTKG menegaskan bahwa suplai magma masih berlangsung, yang berpotensi memicu terjadinya awan panas guguran sewaktu-waktu di dalam daerah potensi bahaya.
Masyarakat dan wisatawan yang sedang menikmati libur awal tahun di kawasan lereng Merapi diimbau untuk tetap waspada dan mematuhi rekomendasi berikut:
Sektor Selatan-Barat Daya: Hindari aktivitas di Sungai Boyong (hingga 5 km), serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (hingga 7 km).
Sektor Tenggara: Hindari Sungai Woro (hingga 3 km) dan Sungai Gendol (hingga 5 km).
Waspada Hujan: Masyarakat diminta mewaspadai bahaya lahar dingin dan awan panas guguran, terutama jika terjadi hujan di seputar puncak gunung.
Radius Aman: Lontaran material vulkanik jika terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Petugas penyusun laporan, Ngadiyo dan Yulianto, mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan kegiatan apa pun di zona bahaya dan selalu memantau perkembangan aktivitas Merapi melalui kanal resmi PVMBG dan BPPTKG demi keselamatan bersama di awal tahun 2026 ini. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin