RADAR JOGJA - Pernah dengar tentang Lava Bantal? Situs geologi langka yang terletak di Dusun Watuadeg, Kalitirto, Berbah, Sleman ini sebenarnya menyimpan pesona luar biasa.
Di balik bentuk bebatuan unik yang terbentuk dari lava bawah laut jutaan tahun lalu, Lava Bantal seharusnya bisa menjadi magnet wisata edukatif sekaligus alami.
Tapi kenyataan di lapangan menyedihkan, destinasi yang dulunya ramai kini sepi.
Dan tampak terbengkalai.
Lava Bantal viral beberapa tahun lalu karena keunikannya yang jarang ditemukan di tempat lain.
Bentuk “bantal-bantal” batu hasil pendinginan lava yang air laut ini merupakan salah satu bukti geologi purba yang luar biasa.
Bahkan banyak akademisi dan pecinta alam yang menyebutkan sebagai “buku terbuka” sejarah bumi di Jogja.
Sayangnya pesona ilmiah ini tidak diiringi dengan pengelolaan yang memadai.
Saat tim kami mengunjungi lokasi, kondisi cukup memprihatinkan.
Jalur akses menuju situs mulai rusak, beberapa fasilitas penunjang seperti tempat duduk, papan informasi, dan spot selfie terlihat kusam dan tidak terawat.
Sampah pun tampak berserakan di beberapa titik. Bahkan, aliran Sungai Opak yang melintas di sana tak lagi sejernih dulu.
"Sebenarnya tempat ini keren banget, ya. Tapi sayang banget jadi nggak keurus. Padahal bisa banget dijadiin tempat wisata edukasi anak-anak sekolah," ujar Rini, seorang pengunjung asal Bantul yang datang bersama keluarganya.
Baca Juga: Bupati Tasikmalaya Laporkan Wakilnya ke Polisi Atas Dugaan Pemalsuan Surat
Beberapa warga sekitar mengaku sempat terlibat dalam upaya revitalisasi Lava Bantal, namun kurangnya dana dan perhatian dari pihak berwenang membuat usaha itu terhenti di tengah jalan.
"Lava Bantal ini potensinya luar biasa, tapi dari pemerintah belum ada kelanjutan yang jelas. Akhirnya ya kami hanya bisa jaga sebisanya," kata salah warga setempat Farhan.
Beberapa warga sekitar mengaku sempat terlibat dalam upaya revitalisasi Lava Bantal, namun kurangnya dana dan perhatian dari pihak berwenang membuat usaha itu terhenti di tengah jalan.
Fenomena terbengkalainya Lava Bantal menjadi ironi di tengah geliat pariwisata DIY yang terus berkembang.
Saat tempat-tempat baru bermunculan dan ramai dikunjungi, warisan geologi kelas dunia seperti ini justru terabaikan.
Kini Lava Bantal menunggu uluran tangan baik dari pemerintah swasta maupun Masyarakat untuk Kembali bersinar.
Agar tempat ini tak hanya menjadi saksi bisu Sejarah bumi, tetapi juga bisa memberikan manfaat ekonomi dan edukasi bagi generasi sekarang dan yang akan datang. (Anicetus Awur)
Editor : Meitika Candra Lantiva