SLEMAN - Mayoritas korban keracunan massal dalam kegiatan outbound Pengenalan Kehidupan Kampus Bela Negara (PKKBN) UPN Veteran Jogjakarta untuk saat ini kondisinya sudah semakin membaik. Hingga sekarang tinggal tiga orang yang masih harus mendapat perawatan di rumah sakit.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sleman Khamidah Yuliati mengatakan, hingga Minggu (20/8) pihaknya mencatat masih ada tiga korban keracunan yang masih harus dirawat di rumah sakit. Ketiga mahasiswa itu diketahui telah mendapatkan rawat inap atau opname di Rumah Sakit JIH sejak diduga mengalami keracunan makanan pada Jumat (18/8) lalu.
Yuli menyampaikan, adapun total korban dari keracunan massal itu mencapai 97 orang. Kemudian untuk penyebab keracunan, pihaknya masih menunggu hasil penelitian laboratorium dari sampel makanan yang diberikan oleh pihak kampus kepada Dinkes Sleman.
"Sampai tadi pagi yang opname di rumah sakit tinggal tiga orang. Kemudian untuk hasil laboratorium (sampel makanan) belum keluar, biasanya satu minggu," ujar Yuli kepada Radar Jogja, Minggu (20/8).
Sebagaimana diketahui, timbulnya korban keracunan masal tersebut bermula ketika ada kegiatan ospek yang dilaksanakan oleh mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta pada Jumat (18/8) sekitar pukul 16.57. Para mahasiswa diketahui mengalami gejala keracunan berupa mual dan pusing setelah mengkonsumsi santap siang yang diberikan oleh panitia.
Terkait sumber makan siang, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UPN Veteran Yogyakarta Singgih Saptomo menegaskan, bukan dari pihak kampus. Penyedianya adalah penanggung jawab lokasi tempat outbound PKKBN berlangsung.
Diketahui bahwa outbound PKKBN berlangsung di beberapa lokasi seperti Akademi Angkatan Udara, Markas Kopasgat Jogjakarta, dan Yonmek 403. Saat ini pihaknya masih akan terus berkoordinasi internal maupun eksternal. Termasuk, dengan pihak Yonmek 403 yang lokasinya digunakan untuk PKKBN.
"Tidak ada vendor pihak ketiga, kita kerja sama dengan kesatuan (lokasi PKKBN). Untuk makanan itu tidak tahu, kita kerja sama tempat. Yang menyiapkan makanan semua kesatuan dari masing-masing," katanya. (inu)