Merapi Kembali Luncurkan Lava Pijar, Jarak Maksimal 1,5 Kilometer ke Kali Krasak

YOGYAKARTA – Aktivitas vulkanik Gunapi Merapi kembali terpantau pada Kamis (17/9/2026). Gunung api yang masih berstatus Level III atau Siaga tersebut tercatat meluncurkan satu kali guguran lava pijar dengan jarak maksimum 1,5 kilometer ke arah Kali Krasak.
Berdasarkan laporan pemantauan Magma Indonesia/BPPTKG, aktivitas kegempaan di Gunung Merapi masih cukup aktif.
Dalam periode pengamatan terbaru, tercatat 12 kali gempa guguran. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan pemantauan sebelumnya yang mencatat sembilan kali gempa guguran.
Selain itu, BPPTKG mencatat 17 kali gempa hybrid/fase banyak.
Dari sisi visual, kondisi puncak Merapi belum dapat diamati secara maksimal. Kabut menutupi kawasan puncak sehingga aktivitas kawah tidak terlihat.
Baca Juga: Man United 2-3 Brighton: Rekor Memalukan 50 Tahun Pecah, Kursi Michael Carrick Mulai Panas
Cuaca di sekitar Merapi dilaporkan mendung. Suhu udara berada pada kisaran 17 hingga 18,9 derajat Celsius, sementara tingkat kelembapan mencapai 72 hingga 87,1 persen.
Suplai Magma Masih Berlangsung
Aktivitas terbaru tersebut terjadi ketika status Gunung Merapi masih berada pada Level III (Siaga).
Sebelumnya, pada periode pengamatan 15 September 2026, aktivitas Merapi tercatat lebih tinggi. BPPTKG melaporkan sebanyak 101 kali gempa guguran dan 12 kali guguran lava pijar.
Saat itu, jarak luncur maksimum lava pijar mencapai 2 kilometer menuju Kali Sat/Putih dan Kali Bebeng.
BPPTKG menyatakan suplai magma ke tubuh Gunung Merapi masih terus berlangsung. Kondisi tersebut berpotensi memicu guguran lava maupun awan panas guguran di wilayah yang masuk dalam kawasan rawan bahaya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!



