Gunung Merapi Masih Siaga, BPPTKG Catat 8 Kali Guguran Lava Dini Hari

SLEMAN - Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih terpantau tinggi pada Kamis dini hari, 5 November 2026. Berdasarkan laporan resmi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), gunung berketinggian 2.968 mdpl yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah ini mencatat sejumlah aktivitas kegempaan dalam periode pengamatan pukul 00.00 hingga 06.00 WIB.
Secara visual, puncak Merapi tertutup kabut dengan intensitas rendah hingga sedang. Petugas pemantau tidak melihat adanya asap dari kawah selama periode pengamatan berlangsung.
Dari sisi cuaca, kondisi langit di sekitar Merapi dilaporkan mendung dengan angin bertiup lemah ke arah timur. Suhu udara tercatat berkisar antara 17,9 hingga 20,6 derajat Celsius, dengan kelembapan udara mencapai 100 persen.
Tekanan udara di kawasan gunung berada pada rentang 875,4 hingga 918,3 milibar selama periode tersebut.
Dari sisi kegempaan, BPPTKG mencatat delapan kali kejadian guguran dengan amplitudo antara 2 hingga 25 milimeter. Durasi masing-masing guguran bervariasi, mulai dari 62,73 detik hingga 144,44 detik.
Selain guguran, alat pemantau juga merekam satu kali kejadian hembusan dengan amplitudo 21 milimeter. Hembusan ini berlangsung selama 63,43 detik.
Jenis gempa lain yang terekam adalah gempa hybrid atau fase banyak, dengan jumlah mencapai sepuluh kejadian. Amplitudonya berkisar 2 hingga 16 milimeter, dengan durasi antara 11,12 hingga 50,81 detik.
Selisih waktu gelombang S dan P pada gempa hybrid ini tercatat 0,3 hingga 0,5 detik.
Dua kejadian gempa tektonik jauh juga terdeteksi pada periode pengamatan ini. Amplitudonya relatif kecil, yakni 2 hingga 3 milimeter, dengan durasi 65,57 hingga 86,72 detik.
Berdasarkan keseluruhan data tersebut, BPPTKG menetapkan status aktivitas Gunung Merapi tetap berada di Level III atau Siaga.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!



