Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Erupsi Gunung Merapi: Terjadi 14 Kali Guguran Lava, Status Siaga (Level III) Belum Berubah

I
Penulis: Iwa Ikhwanudin❯
Kejadian awan panas guguran (APG) di Gunung Merapi (12/11/2025) terjadi pukul 07:35 WIB, estimasi jarak luncur 1.700 m ke arah barat daya.
Kejadian awan panas guguran (APG) di Gunung Merapi (12/11/2025) terjadi pukul 07:35 WIB, estimasi jarak luncur 1.700 m ke arah barat daya.

SLEMAN - Aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah masih terpantau tinggi. Berdasarkan laporan aktivitas dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) pada periode pengamatan 2 Desember 2025, tercatat terjadi 14 kali guguran lava.


Advertisement

Koordinator Penyusun Laporan Aktivitas, Tri Mujiyanta, menyampaikan bahwa 14 kali guguran lava teramati mengarah ke sektor Barat Daya.

"Teramati 14 kali guguran lava ke arah Barat daya (Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter," demikian keterangan dalam laporan yang dirilis BPPTKG pada Selasa (3/12/2025).

Secara visual, Gunung Merapi pada periode pengamatan 2 Desember 2025 terlihat jelas hingga berkabut 0-III. Asap kawah terpantau bertekanan lemah, berwarna putih dengan intensitas tebal, dan memiliki ketinggian 50 meter di atas puncak kawah.

Advertisement

Sementara itu, aktivitas kegempaan didominasi oleh jenis gempa guguran dan Hybrid/Fase Banyak yang menunjukkan suplai magma masih berlangsung.

Kegempaan Guguran: 97 kali (Amplitudo 2-26 mm, Durasi 41.29-210.65 detik). 

Kegempaan Hybrid/Fase Banyak: 68 kali (Amplitudo 2-34 mm, S-P 0.2-0.9 detik, Durasi 9.33-58.54 detik). 

Advertisement

Kegempaan Vulkanik Dangkal: 1 kali (Amplitudo 7 mm, Durasi 40.59 detik). 

Kegempaan Tektonik Jauh: 1 kali (Amplitudo 2 mm, Durasi 56.01 detik). 

Mengingat tingginya aktivitas tersebut, BPPTKG melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan Tingkat Aktivitas Gunung Merapi tetap berada di Level III (Siaga).

Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk mematuhi rekomendasi yang berlaku:

Potensi Bahaya: Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas guguran (APG) pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 km. Di sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Lontaran Material: Apabila terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Zona Larangan: Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

Waspada Lahar dan APG: Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan APG, terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Antisipasi Abu Vulkanik: Masyarakat juga diimbau untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Merapi.

BPPTKG menegaskan bahwa data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung, yang berpotensi memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.

Sumber Data: KESDM, Badan Geologi, PVMBG, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG). (iwa) 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Aktivitas Gunung Merapi Level III Siaga: Guguran Lava Meluncur 1.200 Meter ke Arah Kali Sat

Aktivitas Gunung Merapi Level III Siaga: Guguran Lava Meluncur 1.200 Meter ke Arah Kali Sat

Gunung Merapi masih berstatus Level III Siaga. Teramati guguran lava pijar meluncur 1,2 km ke Kali Sat serta puluhan gempa hybrid. BPPTKG ingatkan potensi awan panas dan lahar hujan.

Gunung Merapi Luncurkan Lava 1,2 Km ke Kali Sat, Status Bertahan di Level III Siaga

Gunung Merapi Luncurkan Lava 1,2 Km ke Kali Sat, Status Bertahan di Level III Siaga

Gunung Merapi kembali meluncurkan guguran lava sejauh 1.200 meter ke Kali Sat pada Jumat (6/11/2026). BPPTKG mencatat aktivitas gempa dan mengimbau masyarakat tetap waspada di kawasan potensi bahaya.

Gunung Merapi Masih Siaga, BPPTKG Catat 8 Kali Guguran Lava Dini Hari

Gunung Merapi Masih Siaga, BPPTKG Catat 8 Kali Guguran Lava Dini Hari

Gunung Merapi masih berstatus Level III Siaga. BPPTKG catat 8 kali guguran lava dan 10 kali gempa hybrid dalam enam jam pengamatan dini hari ini.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer