Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran, Status Tetap Siaga Level III

I
Penulis: Iwa Ikhwanudin❯
Erupsi Merapi dengan keluarnya Awan Panas Guguran pada Kamis 19/9/2024 jam 01:41 WIB terekam dari CCTV Badan Geologi di Jurangjero Kabupaten Magelang.  (BPPTKG)
Erupsi Merapi dengan keluarnya Awan Panas Guguran pada Kamis 19/9/2024 jam 01:41 WIB terekam dari CCTV Badan Geologi di Jurangjero Kabupaten Magelang. (BPPTKG)

SLEMAN — Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih tinggi.


Advertisement

Berdasarkan laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) untuk periode pengamatan 25 November 2025 pukul 00.00–24.00 WIB, tercatat satu kali awan panas guguran (APG) dan puluhan kali guguran lava pijar.

Dalam laporan yang dirilis melalui platform MAGMA Indonesia, disebutkan bahwa satu kali APG terekam dengan amplitudo 57 mm dan durasi 143,2 detik.

Selain itu, terjadi 57 kali gempa guguran dengan amplitudo 2–40 mm dan durasi 60,98–159,23 detik, serta 68 kali gempa hybrid/fase banyak yang mengindikasikan aktivitas magma di dalam tubuh gunung.

Advertisement

BPPTKG juga mencatat adanya 12 kali guguran lava pijar yang mengarah ke Kali Bebeng, Kali Krasak, dan Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter.

Cuaca di sekitar Merapi pada hari pengamatan bervariasi antara berawan, mendung, hingga cerah.

Suhu udara berkisar antara 16,4–25,9 °C dengan kelembaban 69,7–98% dan tekanan udara 870,2–914,6 mmHg.

Advertisement

Secara visual, puncak gunung terlihat jelas meski sesekali tertutup kabut, namun asap kawah tidak teramati.

Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III (Siaga).

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun di wilayah potensi bahaya, terutama di sektor selatan–barat daya yang meliputi Sungai Boyong (maksimal 5 km), Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (maksimal 7 km), serta sektor tenggara di sekitar Sungai Woro (maksimal 3 km) dan Sungai Gendol (maksimal 5 km).

BPPTKG menegaskan bahwa suplai magma masih berlangsung dan berpotensi memicu awan panas guguran.

Masyarakat juga diminta waspada terhadap potensi lahar saat hujan turun di sekitar puncak Merapi, serta mengantisipasi dampak abu vulkanik yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Jika terjadi perubahan signifikan dalam aktivitas vulkanik, status Merapi akan segera ditinjau kembali.

Untuk informasi resmi dan terkini, masyarakat dapat mengakses MAGMA Indonesia atau mengikuti kanal media sosial PVMBG. (iwa) 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Aktivitas Gunung Merapi Level III Siaga: Guguran Lava Meluncur 1.200 Meter ke Arah Kali Sat

Aktivitas Gunung Merapi Level III Siaga: Guguran Lava Meluncur 1.200 Meter ke Arah Kali Sat

Gunung Merapi masih berstatus Level III Siaga. Teramati guguran lava pijar meluncur 1,2 km ke Kali Sat serta puluhan gempa hybrid. BPPTKG ingatkan potensi awan panas dan lahar hujan.

Gunung Merapi Luncurkan Lava 1,2 Km ke Kali Sat, Status Bertahan di Level III Siaga

Gunung Merapi Luncurkan Lava 1,2 Km ke Kali Sat, Status Bertahan di Level III Siaga

Gunung Merapi kembali meluncurkan guguran lava sejauh 1.200 meter ke Kali Sat pada Jumat (6/11/2026). BPPTKG mencatat aktivitas gempa dan mengimbau masyarakat tetap waspada di kawasan potensi bahaya.

Gunung Merapi Masih Siaga, BPPTKG Catat 8 Kali Guguran Lava Dini Hari

Gunung Merapi Masih Siaga, BPPTKG Catat 8 Kali Guguran Lava Dini Hari

Gunung Merapi masih berstatus Level III Siaga. BPPTKG catat 8 kali guguran lava dan 10 kali gempa hybrid dalam enam jam pengamatan dini hari ini.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer