Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Nguri-uri Budaya Jawa Lewat Lomba Sesorah lan Geguritan

Meitika Candra Lantiva • Sabtu, 25 Oktober 2025 | 17:13 WIB
Para siswa mengikuti lomba geguritan di PKBM Mandiri Kretek, Bantul, Sabtu (18/10/2025).
Para siswa mengikuti lomba geguritan di PKBM Mandiri Kretek, Bantul, Sabtu (18/10/2025).
 
RADAR JOGJA - Seiring perkembangan teknologi yang berjalan pesat, tidak menyurutkan Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Mandiri Kretek, Kabupaten Bantul untuk memberikan edukasi seni dan budaya Jawa. 
 
Beberapa di antaranya melalui lomba keterampilan dan kreativitas siswa. 
 
Seperti sesorah (pidato Bahasa Jawa), geguritan (puisi Jawa) dan lomba mewarnai motif batik. 
 
"Kegiatan ini rutin digelar, terutama saat HUT PKBM. Lomba yang kaitannya dengan budaya Jawa tak pernah ketinggalan," ungkap Kepala PKBM Mandiri Kabupaten Bantul Yuli Sutanta, sepekan lalu. 
 
Baca Juga: Maria Theresia Oktavie Cetak Triple Double Pertama di DBL Yogyakarta, Bawa Srikandi Stece Taklukkan Smuten
 
Menurutnya, saat ini budaya berbahasa jawa dengan baik mulai luntur.
 
Banyak anak muda yang tak paham bagaimana unggah-ungguh bahasa yang baik dan benar. 
 
Oleh sebab itu, dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun PKBM Mandiri ke-26, pihaknya mengajak anak muda, mulai dari siswa sekolah dasar baik formal maupun informal untuk menggali potensi melalui beragam perlombaan yang digelar di halaman PKBM Mandiri, Kretek, Bantul.
 
"Lomba-lomba ini digelar sebagai penyemangat anak muda agar mereka selalu nguri-uri budaya," bebernya. 
 
Lomba sesorah dan geguritan penting dilakukan, untuk menggali potensi anak muda dalam berpidato dan bersastra Jawa.
 
Baca Juga: Joran Custom Jenis Kolong WD Jadi Favorit Para Pemancing Sungai
 
Bukan sekedar unjuk kebolehan. Tetapi mereka dapat belajar bagaimana berbahasa dengan baik, melatih mental anak serta bagaimana berbusana Jawa dengan baik dan benar. 
 
Misalnya cara berpakaian jawa antara laki-laki dan perempuan, sebagaimana disampaikan tim juri  perlombaan dari Paguyuban Panatacara Yogyakarta (PPY).
 
Bahwa berpakaian jawa bukan sekedar menggunakan kebaya, jas maupun jarik.
 
Namun ada kaidah-kaidah baku dalam pemakaian adat Jawa. 
 
Seperti pemakaian sanggul, blangkon, pemasangan jarik yang baik. 
 
Demikian juga pada perlombaan geguritan yang mengedepankan olah rasa (wirasa), olah kata (wicara) dan irama (wirama).  
 
"Setidaknya ada 85 peserta dalam kegiatan perlombaan ini," tambahnya.
 
HUT PKBM Mandiri jatuh pada 18 Oktober lalu.
 
Selain lomba, rangkaian kegiatan juga digelar Kirab diikuti siswa dan warga setempat. 
 
 
 
Editor : Meitika Candra Lantiva
#nguri-uri budaya jawa #lomba #Geguritan #PKBM Mandiri Kretek #sesorah #bahasa jawa #HUT