Program MBG Diusulkan Terintegrasi dengan Lumbung Mataraman dengan Manfaatkan Tanah Kas Desa: Begini Skemanya

JOGJA - Sejumlah pihak menaruh perhatian terhadap program makan bergizi gratis (MBG). Biijana Paksi Sitengsu yang merupakan salah satu yayasan sosial mengusulkan agar program pemerintah pusat itu terintegrasi program ketahanan pangan masyarakat DIY, Lumbung Mataraman.
Penasehat Yayasan Biijana Paksi Sitengsu RM Wahyono Bimarso mengatakan, implementasi MBG-Lumbung Mataraman bisa dilakukan dengan memanfaatkan tanah kas desa untuk aktivitas pertanian atau peternakan.
Kemudian hasil panennya digunakan untuk mensuplai kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Menurutnya, skema tersebut diyakini mampu menekan rantai pasok bahan pangan untuk wilayah Yogyakarta.
Sehingga kesegaran bahan pangan tetap terjaga dan dampaknya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat yang berprofesi sebagai petani.
Dia menilai, distribusi pangan yang memangkas jalur birokrasi panjang bisa membuat kualitas gizi tetap konsisten.
Dari sisi penyalurannya juga bisa langsung menyentuh masyarakat penerima sasaran seperti balita dan ibu hamil berisiko stunting.
“Dengan jalur yang pendek, kesegaran dan kualitas nutrisi bahan baku tetap terjaga,” ujar Wahyono dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/4/2026).
Sebagai informasi, Yayasan Biijana Paksi Sitengsu sebelumnya juga telah mengembangkan sistem pengawasan bahan pangan yang menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI).
Aplikasi tersebut diklaim mampu meminimalisasi potensi keracunan karena kesegaran bahan pangan dapat dipantau secara digital.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




