Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Angka IPM DIY 2025 Unggul Nasional, Ini Daerah dengan Capaian Tertinggi..

Fahmi Fahriza • Minggu, 23 November 2025 | 04:24 WIB

 

Plt. Kepala BPS DIJ Herum Fajarwati.
Plt. Kepala BPS DIJ Herum Fajarwati.
 
 
JOGJA - Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di DIY pada 2025 mencapai angka 82,48, atau tumbuh 1,05 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
 
Capaian tersebut menempatkan DIY di peringkat kedua nasional, sekaligus melampaui target pembangunan yang ditetapkan untuk tahun 2025.
 
IPM merupakan indikator komprehensif untuk mengukur kualitas hidup masyarakat melalui tiga dimensi utama, yakni umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, serta standar hidup layak.
 
Baca Juga: Gol Perdana Rahmatsho Antar PSIM Jinakkan Bhayangkara di SSA
 
Nilai IPM dihitung menggunakan rata-rata geometrik dari indeks yang terbentuk pada ketiga dimensi tersebut dan menjadi acuan untuk membandingkan capaian pembangunan antarwilayah.
 
Secara wilayah, Kota Yogyakarta tercatat memiliki IPM tertinggi dengan angka 89,53, meningkat 0,48 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
 
Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Sleman dengan nilai 86,35 (tumbuh 0,75 persen) dan Kabupaten Bantul dengan 83,03 (tumbuh 1,05 persen).
 
Baca Juga: PSIM Ungguli Bhayangkara 1-0 di SSA, Kunci Kemenangan Ketiga Beruntun
 
Sementara itu, Kabupaten Gunungkidul dan Kulonprogo masih berada di posisi terbawah dengan nilai masing-masing 73,13 (tumbuh 1,37 persen) dan 76,97 (tumbuh 1,04 persen).
 
Plt. Kepala BPS DIY Herum Fajarwati mengatakan, bahwa variasi capaian antarwilayah mencerminkan perbedaan pada komponen penyusun IPM, seperti akses terhadap pendidikan, tingkat kesehatan masyarakat, dan pengeluaran riil per kapita. 
 
Menurutnya, peningkatan IPM secara merata di seluruh kabupaten/kota menunjukkan arah pembangunan manusia di DIY yang semakin positif.
 
Baca Juga: Sekda Jateng Tegaskan Wacana Pengembalian 6 Hari Sekolah SMA/SMK Masih Dalam Kajian
 
"Seluruh kabupaten atau kota mengalami peningkatan nilai IPM dibanding tahun sebelumnya, ini menunjukkan arah pembangunan yang positif dan berkelanjutan," ujarnya, Sabtu (22/11/2025).
 
Herum menambahkan, bahwa percepatan pertumbuhan IPM tahun ini didorong oleh perbaikan di semua dimensi pembentuknya. 
 
"Pada dimensi umur panjang dan hidup sehat, umur harapan hidup (UHH) bayi yang lahir tahun 2025 tercatat 75,64 tahun, meningkat 0,28 tahun dari tahun sebelumnya," lontarnya.
 
Baca Juga: Duh, Retakan Baru Muncul di Sompok: BPBD DIY Respons Cepat Dirikan Posko Darurat di Lokasi Peristiwa
 
Pada dimensi pengetahuan, indikator Harapan Lama Sekolah (HLS) naik dari 15,70 tahun menjadi 15,78 tahun.
 
Sedangkan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) penduduk usia 25 tahun ke atas meningkat dari 9,92 tahun menjadi 10,20 tahun.
 
Selain itu, pada dimensi standar hidup layak, pengeluaran riil per kapita yang disesuaikan mencapai Rp15,86 juta per tahun, meningkat Rp494 ribu atau 3,22 persen dari tahun 2024.
 
Baca Juga: Saat Pantun untuk Kapolda Bergema dalam Dialog Pemuka Kristen–Katolik se-DIY di GRII Bener 
 
"DIY dalam peringkat nasional tetap berada di urutan kedua, mencerminkan capaian pembangunan manusia yang berlangsung secara stabil dan berkelanjutan," jelasnya.
 
Berdasarkan data BPS, status pembangunan manusia DIY sudah berada pada kategori sangat tinggi atau di atas nilai 80 sejak 2021.
 
Secara historis, IPM DIY tercatat 80,22 pada 2021, 80,65 pada 2022, 81,09 pada 2023, 81,62 pada 2024, dan 82,48 pada 2025. (iza)
Editor : Winda Atika Ira Puspita
#lampaui target #BPS DIY #Terbaik Nasional #ipm