Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Minat Kerja ke Luar Negeri Meningkat, Warga Bantul Diingatkan Waspada Penipuan

C
Penulis: Cintia Yuliani❯
Kepala Disnakertrans Bantul Agus Yuli Herwanta. (Cintia Yuliani/Radar Jogja)
Kepala Disnakertrans Bantul Agus Yuli Herwanta. (Cintia Yuliani/Radar Jogja)

Advertisement

BANTUL - Minat pekerja Indonesia untuk bekerja di luar negeri terus meningkat. Tawaran gaji tinggi menjadi daya tarik utama bagi banyak orang untuk merantau sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI).

"Tahun kemarin 300 sampai 350 TKI yang bekerja ke luar negeri," jelas Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul Agus Yuli Herwanta Minggu (3/5). 

Namun, ia mengaku tahun ini belum memiliki catatan jumlah TKI asal Bantul yang bekerja di luar negeri, karena masih awal tahun dan proses pendataan belum dilakukan. "Ada yang ke Hongkong, ada yang Taiwan, Korea Selatan, Jepang, Turki," bebernya.

Di antara beberapa negara yang telah disebutkan, dalam dua tahun terakhir kebanyakan TKI asal Bantul banyak yang ke Turki. "Biasanya di bidang perhotelan," katanya.

Meski demikian, dia menyebut Jepang sebagai negara yang paling banyak membutuhkan TKI. Pekerjaan yang ditawarkan antara lain merawat lansia serta menjadi pengemudi truk dan bus.

Walaupun sama-sama sebagai pengemudi, persyaratan untuk sopir truk dan bus berbeda. Pengemudi bus dituntut memiliki kemampuan bahasa yang lebih fasih dibandingkan pengemudi truk.

"Karena pengemudi bus memberikan pelayanan kepada penumpang," tuturnya.

Meski di balik tawaran gaji yang menggiurkan, ia mengingatkan adanya risiko penipuan. Termasuk kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kamboja. Salah satu contohnya menimpa warga Pangguharjo, Sewon yang tergiur tawaran kerja dengan gaji tinggi dan persyaratan mudah. Sebelumnya, korban dijanjikan bekerja di Korea sebagai pekerja jasa titip. "Kalau tidak lewat jalur resmi itu dikhawatirkan terjadi seperti saat ini TPPO," jelasnya.

Oleh karena itu, Disnakertrans Bantul melalui Bidang Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja menyediakan layanan konsultasi bagi warga yang ingin bekerja di luar negeri. Nantinya, masyarakat akan direkomendasikan ke lembaga pelatihan kerja (LPK) legal atau lembaga resmi yang menjamin keamanan penempatan kerja. "Dinas otomatis kita arahkan melalui jalur legal," katanya.

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Ditipu Pengadaan Sembako, Kades Bojongsari, Kebumen Polisikan Anggota DPRD Pemalang

Ditipu Pengadaan Sembako, Kades Bojongsari, Kebumen Polisikan Anggota DPRD Pemalang

 Kepala Desa Bojongsari, Kecamatan Alian Edi Iswadi. (M Hafied/Radar Jogja)Ditipu Pengadaan Sembako, Kades Bojongsari, Kebumen Polisikan Anggota DPRD Pemalang

Mengaku Anggota BIN, Perempuan 23 Tahun Diduga Tipu Warga dengan Janji Lolos TNI

Mengaku Anggota BIN, Perempuan 23 Tahun Diduga Tipu Warga dengan Janji Lolos TNI

Seorang perempuan berusia 23 tahun di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan warga setelah diduga mengaku sebagai anggota Badan Intelijen Negara (BIN) dan menawarkan bantuan untuk meloloskan calon anggota TNI.

Sasar Takmir hingga ASN, Nama Sekda Kebumen Dicatut untuk Penipuan

Sasar Takmir hingga ASN, Nama Sekda Kebumen Dicatut untuk Penipuan

Sekretaris Daerah (Sekda) Kebumen Edi Rianto. (M Hafied/Radar Jogja)  Sasar Takmir hingga ASN, Nama Sekda Kebumen Dicatut untuk Penipuan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer