Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Libur Panjang Mampu Dongkrak Okupansi Hotel di DIY, Tertinggi di Jogja dan Sleman

A
Penulis: Agung Dwi Prakoso❯
Wisatawan mengunjungi Pasar Beringharjo sisi barat, Kota Jogja Jumat (17/4). Rata-rata lama tinggal wisatawan di Kota Jogja tercatat 1,77 hari, belum sesuai dengan target Dinas Pariwisata Kota Jogja. (GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA) 
Wisatawan mengunjungi Pasar Beringharjo sisi barat, Kota Jogja Jumat (17/4). Rata-rata lama tinggal wisatawan di Kota Jogja tercatat 1,77 hari, belum sesuai dengan target Dinas Pariwisata Kota Jogja. (GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA) 

Advertisement

JOGJA - Libur panjang pekan ini mampu mendongkrak okupansi hotel di DIY. Selain itu, berbagai macam event wisata juga diakui mampu menambah jumlah wisatawan dari luar daerah.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono mengatakan libur panjang pekan ini rata-rata okupansi hotel di DIY meningkat menjadi 70 persen. Paling tinggi merupakan hotel yang berada di Kota Jogja dan Kabupaten Sleman yakni 85 persen.

"Area tengah (Malioboro, Red) bisa 96 persen," ujarnya saat dikonfirmasi Minggu (3/5).

Dari data tersebut, disebut ada peningkatan sekitar 25 hingga 35 persen dibandingkan dengan hari biasanya. Kemudian, rata-rata lama tinggal wisatawan masih berkutat di angka dua hari.

"Mayoritas wisatawan yang mendominasi masih DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Tapi ada juga dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dan daerah lainnya," bebernya.

Menurutnya, event pariwisata seperti sport tourism masih berpengaruh pada peningkatan okupansi hotel di DIY. Hal itu karena event sport tourism tengah naik daun. Selanjutnya, event kesenian seperti Artjog hingga Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) juga menarik minat wisatawan mancanegara.

"Event yang berskala nasional itu akan mendongkrak PAD (pendapatan asli daerah), dari sisi okupansi baik itu hotel maupun restoran anggota PHRI, UMKM, hingga pemasok-pemasok juga merasa senang karena tamunya banyak," paparnya.

Ia juga mendorong agar penyelenggaraan event pariwisata menggandeng pelaku industri wisata di berbagai destinasi di DIY. Peserta diharapkan dapat betah berlibur di DIY sehingga memperpanjang lama tinggal. "Jadi misalnya bapak dan ibunya ikut lari, anaknya bersama kakeknya bisa berwisata. Harus ada terobosan-terobosan semacam itu, sehingga lama tinggalnya juga meningkat," jelasnya. (oso/eno)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Daftar Tanggal Merah Agustus 2026, Ada Kesempatan Libur Panjang 4 Hari Cocok untuk Mengajukan Cuti

Daftar Tanggal Merah Agustus 2026, Ada Kesempatan Libur Panjang 4 Hari Cocok untuk Mengajukan Cuti

Memasuki bulan Agustus 2026, masyarakat mulai mencari informasi mengenai jadwal tanggal merah dan peluang long weekend. Selain menjadi bulan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Agustus tahun ini memiliki...

Volume Sampah di Pantai Parangtritis saat Libur Panjang Tak Meningkat, Hanya 1 Ton sampai 1,5 Ton Per Hari

Volume Sampah di Pantai Parangtritis saat Libur Panjang Tak Meningkat, Hanya 1 Ton sampai 1,5 Ton Per Hari

Volume sampah di Pantai Parangtritis selama libur panjang sejak 27 Mei hingga 1 Juni tidak menunjukan peningkatan yang signifikan. Jumlahnya pun hanya berkisar di angka 1 ton hingga 1,5 ton per hari. Masih sama dengan...

50 Ribu Wisatawan Serbu Gunungkidul, Sistem Nontunai di TPR Baron Sempat Terkendala: Belum Siap Cashless hingga Perangkat Transaksi Sempat Panas

50 Ribu Wisatawan Serbu Gunungkidul, Sistem Nontunai di TPR Baron Sempat Terkendala: Belum Siap Cashless hingga Perangkat Transaksi Sempat Panas

Kunjungan wisatawan ke Gunungkidul selama libur panjang Idul Adha diperkirakan mencapai 50 ribu orang pada Minggu (31/5/2026). Lonjakan itu memicu kepadatan arus lalu lintas menuju kawasan pantai dan antrean di ..

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer