Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kekhawatiran Jokowi Indonesia Mulai Dijajah dalam Sektor Ekonomi,

Meitika Candra Lantiva • Sabtu, 7 Oktober 2023 | 00:15 WIB
Presiden Jokowi di meja kerjanya. (www.presidenri.go.id)
Presiden Jokowi di meja kerjanya. (www.presidenri.go.id)

Foto : sekretariat kabinet  presiden.go.id


RADAR JOGJA- Indonesia memiliki potensi besar dalam ekonomi digital. Namun ini menjadi tantangan besar mempertahankan eksistensi produk lokal sebagai aset.


“Kita harus melindungi kedaulatan digital kita. Betul-betul kita pertahankan yang namanya kandungan lokal, barang lokal. Kalau enggak bisa 100 persen barang, ya paling tidak 90 persen, 80 persen kandungan lokalnya," ungkap Presiden Joko Widodo saat memberikan pengarahan peserta program pendidikan singkat angkatan (PPSA) XXIV dan alumni Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXV Tahun 2023 Lembaga Ketahanan Nasional di Istana Negara, Rabu (4/10) dilansir dari laman resmi presiden. Jokowi mengatakan aset digital nantinya bisa menyangkut politik ke depan. 

Presiden Jokowi menjelaskan bahwa waktu kita sudah terbatas dan masyarakat Indonesia harus menjadi pemain di ekonomi digital oleh sebab itu kita memerlukan talenta-talenta muda yang kreatif serta inovatif yang akan menjadi aset bagi negara.

“Kita harus menjadi pemain, ini menyiapkan pemain-pemain ini yang memerlukan kerja keras karena waktunya kita dibatasi oleh limit waktu. Teman-teman saya menyampaikan waktunya hanya dua tahun dari tahun kemarin, pertengahan tahun kemarin, hanya dua tahun, bagaimana kita bisa menyiapkan talenta-talenta digital kita, ini bukan barang yang mudah,” imbuhnya.

Tapi pada kenyataannya predator sudah masuk melalui e-commerce 90 persen barang impor yang sudah merusak harga jual produk lokal dimana produk impor memainkan taktik dengan menurunkan harga dengan sangat murah untuk menguasai data dan perilaku konsumen Indonesia.


“Kalau produk kita sendiri kita taruh di e-commerce masih bagus, tapi 90 persen barang impor. Karena harganya sangat murah. Bahkan baju, kemarin ada yang dijual berapa? Rp 5 ribu artinya disitu ada predatory pricing, sudah mulai bakar uang yang penting menguasai data, menguasai perilaku, ini semua kita harus mengerti mengenai ini,” lanjut Jokowi

Jokowi menambahkan jika kita sudah bisa masuk ke ekspor walaupun masih dalam ranah ASEAN karena ia mengatakan tidak ingin terkena penjajahan diera modern namun tanpa disadari Indonesia sudah dijajah secara ekonomi.


“Syukur kita bisa masuk ekspor ke negara-negara enggak usah jauh-jauh di ASEAN dulu kita kuasai. Jangan sampai kita lena dalam hitungan bulan, enggak mau saya terkena penjajahan era modern. Jangan mau kita terkena juga kolonialisme di era modern ini, kita nggak sadar tahu-tahu kita sudah dijajah secara ekonomi,” tegasnya.

Dalam acara tersebut Presiden turut didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud Md., Menteri Sekretaris Negara Pratikno, serta Gubernur Lemhannas Andi Widjajanto. (Caswati)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#eksistensi produk lokal #ekonomi digital #presiden jokowi #Ekonomi