Pantai Timang terletak di Padukuhan Danggolo, Kalurahan Purwodadi, Kapanewon Tepus. Jarak tempuh dari Kota Jogjakarta sekitar 71 kilometer. Perjalanan kini bisa dipangkas lebih cepat menyusul dioperasikannya Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS).
Pantai Timang menawarkan dua tantangan bagi wisatawan yang memiliki nyali besar. Terdapat gondola kecil berfungsi sebagai jalan menuju pulau karang kecil, Watu Panjang.
Jika ingin mengunjungi pulau tak berpenghuni itu, tidak ada rute lain selain naik gondola dan titian jembatan. Misalnya naik perahu atau menyelam, jelas tidak bisa karena keganasan ombak biru sangat berbahaya.
Nah, dari bibir Pantai Timang, wisatawan di tes 'kejantanannya' naik gondola untuk melewati ganasnya ombak. Gondola terbuat dari bahan kayu, diikat menggunakan tali menancap kuat di ujung pulau.
Ukuran gondola cukup minimalis karena hanya bisa digunakan satu sampai dua orang saja. Setelah semua siap, pengunjung bisa menikmati perjalanan gondola yang membentang sepanjang 100 meter. "Menggunakan tenaga manusia dan ada tali menjulur terikat dengan gondola," kata seorang pengelola Yanto saat dihubungi kemarin (12/5).
Dia menjelaskan, tali-tali itu berfungsi sebagai jalur lintasan roda gondola dan menarik sampai tujuan. Pengunjung berayun-ayun di tengah lautan. Demikian seterusnya hingga akhirnya perjalanan selesai dengan finis kembali ke bibir Pantai Timang."Sesekali muncul angin laut dan percikan ombak. Biasanya momen ini sangat disukai wisatawan," jelasnya.
Ketika sampai di pulau kecil, wisatawan akhirnya dapat melihat pemandangan samudra membentang luas. Tantangan yang sangat luar biasa, karena tidak semua orang berani mencobanya."Untuk keamanan, tidak perlu khawatir," ucapnya.
Gondola dilakukan pengecekan rutin dan selalu diperbaiki jika ada sedikit kerusakan. Kalau anda tertantang, wisata ekstrem ini dipungut biaya Rp 150 ribu untuk lokal dan wisatawan asing Rp 200 ribu.
"Kami juga ada jembatan yang dapat dilintasi dengan jalan kaki. Panjangnya sekitar 200 meter," ungkapnya.
Tentu sensasi melintasinya tidak kalah mendebarkan dibanding naik gondola. Saat meniti jembatan tersebut harus hati-hati. Memang tidak bisa jalan cepat karena sedikit berayun-ayun dihempas semilir angin. "Naik jembatan wisatawan lokal Rp 100 ribu dan asing Rp 150 ribu," ungkapnya.
Pihaknya juga memastikan, keamanan jembatan juga terjaga sehingga pengunjung tidak perlu risau. Kata Yanto, untuk datang ke Pantai Timang tak perlu reservasi."Nanti ada pemandu mendampingi," ucapnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, iklim pariwisata di Gunungkidul pasca pandemi Covid-19 berangsur membaik. Target pendapatan maupun jumlah kunjungan libur lebaran lalu terpenuhi.
"Alhamdulillah (target) tercapai. Tercatat 217.490 pengunjung dan PAD, Rp 1.682.258.000. Target kami Rp 1.350.000.000," kata Harry Sukmono. (gun/pra) Editor : Editor Content