RADAR JOGJA – Yogyakarta merupakan sebuah kota yang memiliki banyak sekali destinasi tempat wisata yang memanjakan mata, sehingga wisatawan dari berbagai daerah maupun mancanegara berbondong bondong datang untuk berlibur.
Namun di balik keindahan wisata dan keragaman nya, terdapat beberapa mitos yang masih di percayai dengan menyimpan berbagai cerita mistis.
1. Sultan tidak boleh melewati Plengkung Gading
Pada masa lalu, Plengkung Gading merupakan gerbang yang menghubungkan keluar dan masuk Keraton Yogyakarta.
Dia mengatakan bahwa salah satu plengkung yang masih berfungsi hingga saat ini merupakan jalur satu-satunya untuk raja yang telah meninggal, yang diikuti oleh pemakamakan di tempat terakhir raja-raja Imogiri beristirahat.
Hinggat saat ini, banyak orang yang tetap percaya bahwa Sultan tidak diizinkan melewati bangunan tersebut.
2. Orang Sakit dan Pengantin Dilarang Melewati Perempatan Palbapang Bantul
Sebenarnya, persimpangan Palbapang di Bantul adalah persimpangan biasa di Yogyakarta. Namun, ada cerita dan legenda di baliknya yang melarang pengantin baru dan orang sakit untuk melewatinya.
Berbagai orang terkadang masih tidak mempercayai mitos, namun warga jogja masih percaya mengatakan bahwa pengantin harus melepaskan ayam jago mereka jika mereka terpaksa melewati wilayah tersebut dan bahwa orang yang sakit harus mencari jalan lain, dan masyarakat berjanji untuk tidak melewati wilayah tersebut.
Banyak orang percaya bahwa larangan itu hanya akan membawa malapetaka atau musibah.
3. Larangan mengenakan baju berwarna hijau di Pantai Selatan
Baik penduduk asli maupun pelajar yang merantau ke Yogyakarta pasti sudah mengetahui kisah dan legenda di balik pantai selatan Yogyakarta. Kawasan Pantai Selatan terkenal dengan Nyi Roro Kidul, yang konon sebagai ratu yang menguasai lautan.
Banyak orang percaya bahwa jika seseorang mengenakan pakaian hijau ke sana, mereka akan dibawa oleh pasukan ratu penguasa dan dijadikan budak di alam gaib.
Oleh karena itu, orang-orang di Jogja yang tetap percaya pada hal itu melarang siapa pun untuk mengenakan pakaian hijau saat berkunjung ke sana.
Hal ini dapat dijelaskan dari perspektif logika dan geografis. Karena udara laut di Selatan agak hijau, seseorang yang mengenakan pakaian hijau akan sangat sulit ditemukan ketika mereka berenang di tengah lautan karena warnanya yang mirip.
Editor : Heru Pratomo