Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Packaging Jamu Makin Eye Cacthing, Ikuti Perkembangan Zaman, Tak Lagi Berkonsep Kuno

Annissa Alfi Karin • Sabtu, 12 Agustus 2023 | 13:30 WIB
NAIK KELAS: Kemasan jamu tradisional tak lagi identik dengan plastik dan botol plastik bekas sebagai wadanya. Kini, produsen jamu mengemas jamu menggunakan botol kaca maupun botol plastik baru.
NAIK KELAS: Kemasan jamu tradisional tak lagi identik dengan plastik dan botol plastik bekas sebagai wadanya. Kini, produsen jamu mengemas jamu menggunakan botol kaca maupun botol plastik baru.

RADAR JOGJA - Jamu tradisional kini tak melulu berkonsep kuno. Dulu, orang-orang harus menanti mbok jamu berkeliling untuk bisa menikmati segelas jamu tradisional. Selain itu, bisa juga mendatangi pasar tradisional dan mencari penjual jamu yang meracik langsung jamu di lapaknya. Pecinta jamu juga bisa menikmatinya di kedai-kedai jamu.


Namun, pada zaman yang serba modern seperti saat ini, masyarakat punya lebih banyak lagi pilihan untuk menikmati jamu. Minuman jamu tradisional kini dikemas dengan kemasan kekinian yang eye catching. Selain itu, jamu juga bisa dibeli dalam bentuk bubuk instan tinggal seduh.


Seorang pecinta jamu asal Kelurahan Mantrijeron, Kota Jogja Wijaya menyebut, hampir setiap hari dia mengonsumsi jamu. Baik itu jamu beras kencur, kunyit asem, atau jamu-jamu penjaga imunitas tubuh. Laki-laki berusia 25 tahun ini mengaku, kini dimudahkan dengan berbagai inovasi kemasan jamu yang kekinian. Dia tak perlu repot menunggu mbok jamu. Saat ingin minum jamu, dia hanya membelinya di warung-warung terdekat.


"Kalau packaging jamu sekarang kan macam-macam ya. Tapi dengan inovasi, sekarang jamu bisa ada dalam bentuk bubuk. Jadi lebih praktis, kalau mau minum jamu tinggal seduh saja pakai air panas," jelasnya Jumat (11/8/23).


Selain kemasan jamu dalam bentuk saset, dia juga kerap kali menemukan jamu dalam bentuk botol satu literan. Untuk jamu-jamu tertentu seperti beras kencur atau kunyit asam, kemasan semacam ini akan memudahkan dalam penyimpanan. Jamu botol tinggal dimasukkan ke dalam kulkas, maka jamu dapat dikonsumsi dalam jangka waktu yang lebih lama.
"Pernah juga nemu kemasan yang modern. Jadi kemasannya itu bisa digunakan sekaligus untuk saringan jamu yang ada di dalamnya. Tinggal taruh kemasan yang sudah dibuka di atas gelas dan disiram perlahan menggunakan air panas," tambahnya.


Dia mengatakan, packaging jamu kekinian juga biasanya dilengkapi dengan informasi mengenai bahan-bahan yang terkandung di dalam jamu itu. Ada juga tanggal kadaluarsa yang tercantum di dalamnya. Menurutnya, ini akan membantu para pembeli jamu.
"Lebih informatif. Jadi bisa tahu kapan kadaluarsanya, lalu terbuat dari apa juga bisa tahu," katanya.


Sementara itu, penikmat jamu lainnya Sugiarto mengungkapkan, kemasan jamu tak terlalu jadi persoalan baginya. Asalkan, jamu yang dia minum masih segar dan disajikan dengan baik. Dia lebih sering mengonsumsi jamu di toko jamu ketimbang kemasan instan.
"Kalau instan biasanya rasanya sudah beda, tidak sesegar kalau minum langsung di toko jamu. Karena sudah melewati proses pengeringan," katanya. (isa/eno)

Editor : Satria Pradika
#jamu tradisional #lifestyle #pasar tradisional