Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Harga Cabai Meroket hingga Mencapai Rp 50 Ribu per Kilogram, Dampak Mogok Kerja Sopir Tolak Zero ODOL

Anom Bagaskoro • Jumat, 20 Juni 2025 | 23:11 WIB
BERJAJAR: Puluhan truk logistik parkir sebagai bentuk menolak zero odol.
BERJAJAR: Puluhan truk logistik parkir sebagai bentuk menolak zero odol.

KULON PROGO - Hanya dalam waktu semalam, harga cabai dalam lelang cabai Kulon Progo ke daerah lain mengalami kenaikan harga drastis.

Kejadian ini diklaim akibat banyaknya truk logistik yang enggan membawa cabai ke luar daerah.

Ketua Kelompok Tani Gisik Pranaji Bugel 2 Sukarman menyampaikan, harga cabai memang mengalami kenaikan harga drastis.

Bukan karena kekurangan stok, namun karena kekurangan pengantar.

Lantaran, banyak truk logistik lebih memilih mogok kerja.

"Tadi malam sudah sampai Rp 50 ribu, dari yang sebelumnya hanya Rp 9 ribu," ucap Sukarman, Jumat (20/6/2025).

Sukarman mengungkapkan, sebelum aksi mogok kerja sopir, komoditas cabai sedang dalam kondisi harga terendah.

Lantaran, stok cabai cukup melimpah yang dibarengi panen serentak di beberapa wilayah sentra.

Akan tetapi, setelah adanya mogok kerja komoditas cabai langsung mengalami kenaikan.

Lantaran, petani lokal kesulitan mencari angkutan logistik akibat aksi mogok kerja.

Beberapa petani terpaksa menahan penjualan.

Hal ini dapat dilihat dari grafik harga lelang cabai di Kulon Progo.

Kabanyakan lelang cabai di Bumi Binangun menyetorkan ke wilayah Jabodetabek dan Pulau Sumatera.

Minimnya armada pengangkut membuat harga meroket.

"Kami juga terpaksa menutup lelang cabai selama tiga hari," ungkapnya.

Menyesuaikan dengan isu mogok kerja, kebanyakan petani cabai dan tempat lelang memilih tak menjual komoditas saat ini.

Untuk petani, tak melakukan pemanenan sementara waktu.

Lantaran, jika dipanen tanpa langsung dijual dapat mempengaruhi kesegaran cabai.

Hal yang sama juga dpat dilihat dari data Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo pada lelang cabai pantai utara.

Beberapa tempat lelang lebih memilih tak beroperasional.

Sedangkan, hanya dua tempat lelang dengan harga cabai meroket yang tetap beroperasi.

Sementara itu, Kordinator Lapangan Aksi Mogok Kerja Sopir Logistik Kulon Progo Priyanto mengaku, kebanyakan peserta merupakan sopir pengangkut cabai, dan buah asal Kulon Progo.

Dapat dipastikan, suplai logistik ke arah jabodetabek akan melambat selama tiga hari, tepatnya selama aksi.

"Pasti nanti akan berpengaruh dengan harga yang di luar Kulon Progo, karena barangnya akan susah ditemui," ungkapnya.

Priyanto menjelaskan, suplai logistik yang tersendat dapat mempengatuhi harga pasar.

Kendati begitu, pihaknya tetap akan melanjutkan aksi.

Lantaran, sebagai bentuk solidaritas sesama sopir. (gas)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#harga cabai meroket #Kulon Progo #HArga Meroket #Zero ODOL #mogok kerja #Kulonprogo #mogok jalan #sopir truk #harga cabai #komoditas