Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BPS Kulon Progo Canangkan Tiga Desa Cantik, Pembangunan Harus Didasarkan Data Bukan Perasaan

A
Penulis: Anom Bagaskoro❯
TANYA JAWAB: Agen statistik menanyakan data ke masyarakat yang mengikuti sensus - ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA
TANYA JAWAB: Agen statistik menanyakan data ke masyarakat yang mengikuti sensus - ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA

Advertisement

KULON PROGO - Badan Pusat Statistik (BPS) kembali mencanangkan pembentukan desa cinta statistik (Desa Cantik). Pembentukan ini didasari kebutuhan data untuk pembangunan di kalurahan.

Statisi Ahli Madya BPS DIJ Teguh Indra Kusuma menjelaskan, pembentukan desa cantik telah dilakukan sejak tahun 2022. Setiap tahunnya, BPS ditargetkan pembentukan satu desa cantik per kabupaten. Namun, pembentukan desa cantik ditargetkan bertambah lebih banyak di tahun 2026 ini.

"Tahun ini targetnya tiga kalurahan, totalnya sejak 2022 menjadi tujuh desa cantik," ucap Teguh, Kamis (23/4).

Advertisement

Teguh menjelaskan, tiga kalurahan yang dicanangkan tahun ini, diantaranya Kalurahan Demangrejo, Srikayangan, dan Sukoreno. Pencanangan ini, memastikan setiap kalurahan memiliki agen statistik. 

Di samping itu, pamong kalurahan turut mendapat pembinaan statistik. Pembinaan meliputi teknik pengambilan data hingga pemgolahan data. Harapannya, data yang diambil dari masyarakat dapat diolah oleh kalurahan. Data yang diolah dapat dipublikasikan di website kalurahan.

Advertisement

Selain website, kalurahan dapat menggunakan data untuk menentukan arah pembangunan. Program pembangunan fisik atau non fisik perlu kajian atas dasar realitas masyarakat. Sehingga, kebermanfaatan program kalurahan dapat dirasakan masyarakat.

"Data juga bisa digunakan untuk pengajian bantuan," ungkapnya.

Tak hanya membentuk desa cantik, BPS turut melakukan pendampingan pasca pembinaan. Tujuannya, agar data statistik dapat digunakan pada pembangunan di kalurahan. Sekaligus memastikan, kalurahan mengimplementasi ilmu statistik untuk kemajuan kalurahan.

Teguh menjelaskan, pembentukan desa cantik terkadang terhambat dengan SDM. Pasalnya, setiap kalurahan belum tentu memliki agen statitistik ataupun anggaran untuk pengolahan data. 

Sementara itu, Panewu Sentolo Armawati menjelaskan, masih banyak kalurahan yang melewatkan data sebagai basis pembangunan. Selain itu, data yang lengkap sangat dibutuhkan untuk pembentukan profil desa.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Soal Kenaikan Desil, BPS Kulon Progo: Ada Potensi Salah Input hingga Pemutakhiran Data dari Distribu

Soal Kenaikan Desil, BPS Kulon Progo: Ada Potensi Salah Input hingga Pemutakhiran Data dari Distribu

Badan Pusat Statistik (BPS) Kulon Progo akhirnya buka suara menanggapi sengkarut desil di Bumi Binangun. Desil yang dinilai masyarakat tidak sesuai dapat terjadi akibat adanya potensi kesalahan input data hingga ...

BPS Kulon Progo Buka Suara Terkait Kenaikan Desil, Potensi Salah Input Hingga Pemutakhiran Data

BPS Kulon Progo Buka Suara Terkait Kenaikan Desil, Potensi Salah Input Hingga Pemutakhiran Data

Badan Pusat Statistik (BPS) Kulon Progo akhirnya buka suara menanggapi sengkarut desil di Bumi Binangun. Desil yang dinilai masyarakat tidak sesuai dapat terjadi akibat adanya potensi kesalahan input data hingga pemutakh

Gunung Merapi Masih Siaga, BPPTKG Catat 8 Kali Guguran Lava Dini Hari

Gunung Merapi Masih Siaga, BPPTKG Catat 8 Kali Guguran Lava Dini Hari

Gunung Merapi masih berstatus Level III Siaga. BPPTKG catat 8 kali guguran lava dan 10 kali gempa hybrid dalam enam jam pengamatan dini hari ini.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer