Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Melagenda! Lupis Mbah Satinem, Jajanan Tradisional Jogja yang Mendunia lewat Netflix

Bahana. • Rabu, 6 Agustus 2025 | 01:35 WIB

Lupis mbah Satinem.
Lupis mbah Satinem.
RADAR JOGJA - Kalian sudah pernah coba makanan tradisional yang enak, murah , dan pernah diliput Netflix?

Kalau belum, mungkin saatnya kalian mengenal Lupis Mbah Satinem jajanan pasar legendaris yang tak hanya digemari warga lokal, tapi juga menarik perhatian dunia.

Di Tengah gempuran kuliner modern yang terus bermunculan, ada satu nama yang tetap bertahan dan bahkan semakin dicari yaitu Lupis Mbah Satinem.

Jajanan tradisional yang satu ini bukan hanya dikenal karena rasa manis dan legitnya, tetapi juga karena sosok di baliknya Mbah Satinem, yang telah berjualan lupis dari tahun 1963.

Setiap pagi, antrean panjang pembeli terlihat di Jalan Bumijo, lokasi Mbah Satinem berjualan.

Meski tanpa papan nama mencolok atau strategi promosi di media sosial, puluhan orang setia menunggu sejak pagi buta hanya untuk menikmati seporsi lupis racikannya yang melegenda.

Lupis Mbah Satinem ini mulai buka pukul 05.10 dan akan tutup begitu dagangan ludes terjual.

Yang membuat kisah ini semakin menarik, Lupis Mbah Satinem sempat muncul di serial documenter Netflix, “Street Food: Asia”, untuk mewakili kuliner tradisional Yogyakarta.

Sejak kemunculan tersebut, Warung sederhana Mbah Satinem semakin ramai, tak hanya oleh warga lokal dan luar daerah bahkan wisatawan mancanegara.

Salah satu ulasan di Google Maps menyebutkan, “Ke sana sekitar pukul 5 pagi belum terlalu antre. Tau Lupis Mbah Satinem dari Netflix, dan ternyata rasanya memang enak.”

Mbah Satinem, yang kini sudah berusia lebih dari 80 tahun, masih setia melayani pembeli dengan senyum dan ramah.

Bagi banyak orang sosoknya Adalah simbol ketekunan dan cinta pada budaya. Ia tidak hanya menyajikan makanan, tapi juga menjaga warisan kuliner yang nyaris punah.

Selain menyajikan lupis, Mbah Satinem juga menjual berbagai jajanan tradisional khas Jawa seperti gatot, tiwul, dan cenil.

Menariknya, seluruh jajanan tersebut dibungkus dengan cara tradisional menggunakan daun pisang, yang menambah aroma khas serta mempertahankan cita rasa otentik dari makanan-makanan tersebut.

Pemerintah Kota Yogyakarta pun turut mengapresiasi keberadaan Lupis Mbah Satinem sebagai bagian dari kekayaan kuliner lokal.

Beberapa kali, Mbah Satinem diundang dalam acara-acara kebudayaan dan festival kuliner tradisional yang patut dilestarikan.

Keberadaan Lupis Mbah Satinem menjadi bukti bahwa kuliner tradisional masih sangat dicintai.

Di Tengah tren makanan kekinian, jajanan sederhana seperti lupis justru menghadirkan rasa hangat, nostalgia, dan memperkuat rasa cinta terhadap budaya lokal.

Lupis Mbah Satinem bukan sekedar makanan, ia Adalah cerita tentang ketekunan, tradisi, dan cinta pada rasa asli Indonesia.

Penulis: Adella Haviza

Editor : Bahana.
#Yogyakarta #netflix #Jogja #Lupis Mbah Satinem