Kepala DPAD DIJ Monika Nur Lastiyani menyebut forum ini sangatlah penting. Sesuai arahan agar setiap OPD atau UPT pelayan publik perlu membuka forum. Ini untuk memperoleh masukan dan saran dari pemangku kepentingan dan masyarakat.
“Input dari partisipan sangat diharapkan sehingga kami bisa menata SDM dan melakukan perbaikan sarana prasarana, bisa menyajikan koleksi baik tercetak maupun elektronik dengan cukup baik kepada para pemustaka” jelas Monika Nur Lastiyani, Selasa (28/3).
FKP, lanjutnya, sudah diselenggarakan dalam tiga tahun terakhir. Ini merupakan kegiatan diskusi pertukaran opini secara partisipatif. Tepatnya antara penyelenggara layanan publik dengan publik.
“Sangat penting guna meningkatkan standar pelayanan dengan mengedepankan kepentingan para pemustaka,” katanya.
Kepala Balai Layanan Perpustakaan DPAD DIJ Dewi Ambarwati mengawali pembahasan dengan memaparkan hasil layanan yang sudah berjalan. Seperti fasilitas tiga gedung yang ada di Grhatama Pustaka, Jogja Library Center, Rumah Belajar Modern, serta beberapa layanan unggul lainnya.
Hingga saat ini terdapat 25 standar pelayanan. Seluruhnya masih dan akan terus dikembangkan. Dalam review juga terdapat beberapa perubahan terkait adaptasi kebiasan baru.
“Dari berbagai layanan yang tentunya sudah disesuaikan dengan standar pelayanan perpustakaan dan FKP sebagai upaya memberi masukan, kritik dan saran terhadap standar layanan yang telah ditetapkan,” ujarnya. (Obi/om6/dwi) Editor : Editor News