RADAR JOGJA - Anak ketiga Djoko Pekik, Bernadeta Inten Lugut Lateng, menyebutkan kondisi kesehatan mendiang ayahnya sempat memburuk beberapa bulan terakhir. Bahkan, Djoko Pekik sempat mendapatkan perawatan di RS Panti Rapih tiga pekan lalu. Penyebabnya adalah patah tangan kiri akibat terjatuh.
Inten menuturkan dalam bermobilitas, Djoko Pekik sangatlah terbatas. Untuk beraktivitas di rumah maupun menghadiri peristiwa seni, kerap menggunakan kursi roda. Selain itu, juga didampingi oleh keluarga maupun asisten saat berpergian.
"Kesehatannya, ya, sehatnya orang tua, ya. Ya, ngerokok masih ngerokok, makan masih banyak cuma memang untuk mobilitas sudah terbatas, pakai kursi roda dan dituntun. Terakhir ke Magelang di acara Mas Nasirun, datang Bapak," jelasnya, Sabtu (12/8).
Kepergian Djoko Pekik meninggalkan istri bernama Christina Tini Purwaningsih. Lalu, delapan anak. Mereka adalah Petrus Gogor Bangsa, Paulus Loko Nusa, Bernadeta Inten Lugut Lateng, FX. Nihil Pakuril, Elizabeth Ori Kemarung, Antonius Sengat Cantang, Fransisca Layung Sore dan Parang Wungu. Selain itu, juga sejumlah cucu dan buyut.
"Bapak yang baik. Bapak yang ngemong sama anak-anaknya," katanya.
Prosesi persemayaman Djoko Pekik juga sesuai dengan wasiat. Seperti melalui kawasan Malioboro dan mampir di kediaman lamanya di wilayah Wirobrajan.
Di kediaman Wirobrajan, rombongan sempat berhenti beberapa menit. Lantas, melanjutkan perjalanan ke rumah duka.
Pemilihan rute Malioboro memang sesuai dengan kebiasaan Djoko Pekik. Semasa hidupnya, dia kerap melalui rute ini. Terutama saat akan beraktivitas maupun pulang ke kediaman di Dusun Sembungan, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul.
"Dilewatkan Malioboro dan berhenti sebentar di rumah Wirobrajan. Jadi, Bapak itu kalau pergi kemana saja itu pasti pulangnya minta lewat Malioboro, enggak peduli itu mau macet mau apa harus lewat Malioboro. Dia paling senang liat lampu-lampu di Malioboro sama kalau ada 17-an gini banyak hiasan-hiasan gitu dia suka," kenangnya.
Sebelum dimakamkan di Makam Seniman Imogiri, ibadah akan digelar di kediaman Djoko Pekik. Diawali dengan doa ibadah pada Sabtu malam (12/8). Berlanjut kemudian dengan prosesi pemakaman yang diawali pada Minggu pagi (13/8) sekitar pukul 09.00 WIB. Pemakaman di Makam Seniman di Bantul.
Dalam persemayaman terakhir, Djoko Pekik dikelilingi karya-karya lukisannya. Terutama yang menampilkan sosok Celeng. Karya-karya ini, lanjutnya, merupakan peninggalan Djoko Pekik selama berkesenian.
"Pemakaman di Makam Seniman Imogiri, rencana besok jam 1 siang (pukul 13.00) berangkat dari rumah (13/8). Permintaan bapak dan sudah disiapkan makamnya oleh bapak sendiri, sudah beberapa tahun yang lalu disiapkan. Kalau berkarya sudah beberapa saat tidak, sudah susah untuk bergerak," ujarnya. (dwi)
Editor : Amin Surachmad