Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Lahan Terbakar di Gunung Sumbing Capai 240 Hektare

Naila Nihayah • Senin, 4 September 2023 | 18:00 WIB

 

DITUTUP: Pemandangan Gunung Sumbing dari Sukomakmur, Kajoran. Beberapa jalur pendakian di Gunung Sumbing terpaksa ditutup sementara pascakebakaran yang terjadi pada Jumat (1/9).
DITUTUP: Pemandangan Gunung Sumbing dari Sukomakmur, Kajoran. Beberapa jalur pendakian di Gunung Sumbing terpaksa ditutup sementara pascakebakaran yang terjadi pada Jumat (1/9).

 

RADAR JOGJA - Pascakebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Sumbing pada Jumat (1/9/23), beberapa jalur pendakian ditutup sementara. Pengelola pun belum menentukan batas waktu penutupan. Langkah tersebut diambil guna mengantisipasi terjadinya kebakaran susulan.

Kebakaran diketahui terjadi di Desa Banyumudal, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo. Berdasarkan data yang dirilis BPBD Wonosobo, kebakaran itu terjadi di kawasan petak 29-1 dan meluas ke petak 29-2. Dari dua lokasi petak ini, luasan lahan yang terbakar mencapai lebih dari 240 hektare.

Perlu diketahui, Gunung Sumbing terletak di tiga wilayah kabupaten. Yakni Magelang, Temanggung, dan Wonosobo. Beruntung, kobaran api tersebut tidak menjalar hingga ke wilayah Kabupaten Magelang. Sebab, batas hutan Wonosobo dan Magelang dipisahkan oleh Sungai Tangsi yang cukup lebar.

Baca Juga: Vakansi ke Objek Wisata Baru di Magelang, Pinea Forest Mangli

Ratusan personel dari unsur Polri, TNI, BPBD, Perhutani, relawan, serta masyarakat peduli api (MPA) Sumbing, Kabupaten Magelang dan lainnya disiagakan untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran susulan. "Titik api belum sampai di hutan Gunung Sumbing di wilayah Kabupaten Magelang," kata Kepala Seksi Pengelolaan Sumber Daya Hutan (PSDH) Perhutani KPH Kedu Utara Yudi Noviar, Sabtu (2/9/23).

Yudi mengatakan, setelah api padam pada Sabtu, ada 50 personel gabungan yang melakukan penyisiran ke puncak Gunung Sumbing melalui Dusun Nampan, Desa Sukomakmur, Kajoran. Tujuannya untuk memastikan titik api tersebut benar-benar tidak menjalar ke wilayah Kabupaten Magelang.

Para personel itu, kata dia, naik ke petak 1-12 yang berbatasan langsung dengan hutan di wilayah Kabupaten Wonosobo. "Mereka menyisir untuk memastikan titik api di Kabupaten Magelang tidak ada," katanya.

Imbas adanya kebakaran hutan di gunung tersebut, Perhutani Kedu Utara menutup semua jalur pendakian ke Gunung Sumbing untuk sementara waktu. "Penutupan sementara jalur pendakian ke Gunung Sumbing berlaku sejak 1 September 2023 hingga batas waktu yang belum ditentukan," imbuhnya.

Baca Juga: Pemkot Magelang Dapat Rp 5 Miliar untuk Bangun Rusus

Sementara itu, pengelola jalur pendakian Gunung Sumbing Basecamp Adipuro, Desa Prampelan, Kaliangkrik Ridho Aroyan mengatakan, pada Jumat malam tercatat ada sembilan orang pendaki yang hendak mendaki Gunung Sumbing melalui basecamp-nya. Sehingga mereka segera dievakuasi dan diminta untuk turun dari pos 4 dan pos 3.

Dia menambahkan, untuk 45 pendaki yang hendak naik ke Gunung Sumbing yang berasal dari Lamongan, Semarang, dan Jakarta terpaksa dialihkan ke Gunung Sindoro. "Pengalihan sementara itu dilakukan demi keselamatan para calon pendaki Gunung Sumbing," tegasnya. (aya/pra)

Editor : Satria Pradika
#Magelang #gunung sumbing