YERUSALEM – Konflik terbuka antara Iran dan Israel memasuki hari kedua dengan serangan balasan rudal balistik Iran yang semakin intens.
Pada Minggu malam (1 Maret 2026), sebuah rudal Iran berhasil menembus pertahanan udara Israel dan menghantam jalan raya di pinggiran Yerusalem, menyebabkan tiga orang luka-luka, menurut laporan layanan darurat Magen David Adom (MDA).
Video eksklusif yang beredar luas menunjukkan momen dramatis saat rudal melesat di langit malam Yerusalem, diikuti kilatan terang akibat ledakan di aspal jalan raya.
Rekaman nighttime capture menampilkan jejak rudal, intersepsi sistem pertahanan Iron Dome, hingga dampak langsung yang menciptakan kawah besar di jalur lalu lintas utama.
Serangan ini merupakan bagian dari gelombang balasan Iran terhadap serangan gabungan AS-Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan puluhan pejabat senior lainnya.
Di wilayah Beit Shemesh (sekitar 30 km barat Yerusalem), rudal Iran menewaskan setidaknya 9 orang dan melukai puluhan lainnya, termasuk menghancurkan area pemukiman dan shelter bom di bawah sinagoge.
IDF (Pasukan Pertahanan Israel) melaporkan bahwa sebagian besar rudal Iran berhasil dicegat, namun beberapa proyektil lolos dan menimbulkan korban sipil.
Peringatan sirene meraung di seluruh Yerusalem dan sekitarnya, memaksa warga berlindung di shelter.
Kronologi Serangan Malam Ini:
Rudal balistik Iran meluncur ke arah pusat Israel.
Iron Dome aktif mencegat sebagian besar ancaman.
Satu rudal menghantam jalan raya pinggiran Yerusalem, 3 orang terluka (satu dalam kondisi sedang setelah mobilnya berhenti di tepi kawah ledakan).
Baca Juga: Liam Rosenior Ungkap Chelsea Harus Atasi Masalah Disiplin Setelah Catatkan Kartu Merah Ke-10
Dampak tambahan dilaporkan di Beit Shemesh dengan korban jiwa lebih tinggi.
Konflik ini kini meluas, dengan Iran juga melancarkan serangan ke basis AS di Bahrain, Kuwait, UAE, dan negara Teluk lainnya.
Situasi tetap tegang dan berpotensi eskalasi lebih lanjut. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin