Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Trump Pangkas 200 Posisi Staf AS di NATO, Eropa Semakin Dilanda Kecemasan

Magang Radar Jogja • Kamis, 22 Januari 2026 | 11:57 WIB
Trump akan pangkas staf nya dalam NATO.
Trump akan pangkas staf nya dalam NATO.

RADAR JOGJA - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan akan memangkas sekitar 200 posisi staf Amerika Serikat yang ditempatkan di sejumlah pusat komando utama Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Langkah ini memicu kekhawatiran baru di kalangan negara-negara Eropa terkait komitmen jangka panjang Washington terhadap aliansi militer tersebut.

Rencana pemangkasan itu disebut telah disampaikan kepada beberapa ibu kota Eropa dan akan berdampak pada berbagai entitas NATO yang berperan penting dalam perencanaan operasi militer dan intelijen.

Menurut laporan dari Reuters, kebijakan tersebut akan mengurangi hampir setengah jumlah personel AS yang saat ini bertugas di unit-unit NATO yang terdampak.

Sejumlah sumber yang mengetahui pembahasan internal tersebut menyebutkan, pemotongan staf akan menyasar lembaga-lembaga strategis NATO.

Lembaga Strategis tersebut termasuk NATO Intelligence Fusion Centre yang berbasis di Inggris, Allied Special Operations Forces Command di Brussel, serta STRIKFORNATO di Portugal yang mengoordinasikan sebagian operasi maritim aliansi.

Beberapa entitas NATO lain dengan fungsi serupa juga diperkirakan mengalami pengurangan personel.

Meski alasan resmi di balik kebijakan ini tidak dijelaskan secara rinci, langkah tersebut dinilai sejalan dengan arah kebijakan pemerintahan Trump.

Saat ini, Trump ingin mengalihkan lebih banyak sumber daya dan fokus strategis Amerika Serikat ke kawasan Belahan Barat.

Alih-alih menarik personel secara langsung, sebagian besar posisi yang dipangkas disebut akan dibiarkan kosong seiring rotasi alami staf dan perwira.

Secara angka, pemangkasan ini relatif kecil jika dibandingkan dengan total kehadiran militer AS di Eropa.

Langkah ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan sekutu-sekutu Eropanya.

Kekhawatiran semakin menguat setelah Presiden Trump kembali melontarkan pernyataan dan unggahan di media sosial yang menyudutkan NATO.

Bahkan Trump juga membagikan pesan yang menggambarkan aliansi tersebut sebagai ancaman bagi Amerika Serikat, sebagaimana dilansir Reuters.

Situasi ini diperkeruh oleh langkah Trump yang kembali menghidupkan ambisinya terhadap Greenland, wilayah otonom Denmark yang juga merupakan anggota NATO.

Dorongan tersebut memunculkan kekhawatiran akan potensi konflik teritorial di dalam aliansi, sesuatu yang selama ini nyaris tak terbayangkan dalam sejarah NATO.

Seorang pejabat NATO berupaya meredam kekhawatiran dengan menyatakan bahwa perubahan tingkat penempatan staf AS bukanlah hal yang tidak biasa.

Pejabat tersebut menegaskan bahwa kehadiran militer Amerika Serikat di Eropa justru berada pada level yang lebih besar dibandingkan beberapa tahun terakhir.

Ia juga menyebut NATO dan otoritas AS terus berkoordinasi untuk memastikan kemampuan aliansi dalam melakukan penangkalan dan pertahanan tetap terjaga, seperti dilaporkan Reuters.

Meski demikian, sejumlah pejabat Eropa menilai pemangkasan sekitar 200 posisi dari total 400 personel AS di unit-unit NATO tertentu mengirimkan sinyal politik yang kuat.

Pengurangan tersebut dinilai berpotensi melemahkan pengaruh Amerika Serikat dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan strategis di tubuh aliansi.

Namun, hingga kini, Gedung Putih dan Pentagon belum memberikan tanggapan resmi atas laporan tersebut, dilansir dari Reuters.

Namun, bagi banyak sekutu NATO, langkah ini menambah daftar panjang ketidakpastian mengenai arah kebijakan luar negeri AS di bawah kepemimpinan Trump.

Situasi tersebut sekaligus memperdalam kekhawatiran tentang masa depan solidaritas dan keutuhan aliansi yang telah berdiri lebih dari tujuh dekade itu. (Raka Adichandra)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#eropa #Pemerintahan #washington #donald trump #trump #nato #presiden #Amerika Serikat