Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Didominasi One Day Trip, Hasil Survei Rerata Belanja Wisatawan di Gunungkidul Naik

Yusuf Bastiar • Jumat, 10 Oktober 2025 | 03:45 WIB
GUNUNGKIDUL - Upacara peringatan HUT ke 80 Republik Indonesia di tengah laut Pantai Baron, Tanjungsari, Gunungkidul tidak hanya menjadi momentum sakral bagi ratusan peserta dan wisatawan, tetapi juga
GUNUNGKIDUL - Upacara peringatan HUT ke 80 Republik Indonesia di tengah laut Pantai Baron, Tanjungsari, Gunungkidul tidak hanya menjadi momentum sakral bagi ratusan peserta dan wisatawan, tetapi juga

GUNUNGKIDUL – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul baru melaporkan hasil survei terhadap ratusan wisatawan. Hasilnya wisatawan yang datang ke Gunungkidul masih didominasi one day trip atau perjalanan sehari tanpa menginap.

Berdasarkan hasil Kajian Belanja Wisatawan yang dilakukan oleh Bidang Pengembangan Destinasi Dispar Gunungkidul, Mayoritas wisatawan yang berkunjung masih berasal dari wilayah DIJ dan Jawa Tengah, terutama Kota Jogja dan Surakarta.

Sebagian besar merupakan wisatawan produktif berusia 25-44 tahun, datang menggunakan kendaraan pribadi, dan melakukan kunjungan tanpa menginap atau one-day trip.

Menurut Supriyanta, pola ini membuka peluang besar untuk dikembangkan agar wisatawan terdorong memperpanjang masa tinggal dan meningkatkan pengeluaran di destinasi.

“Pola ini menunjukkan wisatawan tidak sekadar menikmati pemandangan, tetapi juga mencari pengalaman otentik melalui kuliner dan budaya lokal,” tutur Supriyanta, Kamis, (9/10).

Hasil survei juga menunjukkan tren positif dalam aktivitas ekonomi pariwisata sepanjang 2024 hingga semester I tahun 2025. Rerata pengeluaran wisatawan mengalami peningkatan signifikan dari Rp 475.027 per kunjungan pada tahun 2024 menjadi Rp 514.687 per kunjungan pada semester pertama 2025.

Menurut Supriyanta, belanja wisatawan didominasi oleh konsumsi makanan dan minuman, serta pembelian produk lokal seperti tiwul instan, bakpia, kaos wisata, dan kerajinan batu maupun batik.

Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul Oneng Windu Wardana menambahkan, pada Mei 2025 nilai rata-rata belanja wisatawan tercatat sebesar Rp 602.434, dengan lama tinggal rerata 1,37 hari.

Angka tersebut meningkat dibanding April 2025 dan menunjukkan tren pemulihan bertahap sektor pariwisata, kata dia, didorong oleh momentum libur nasional Hari Raya Waisak dan Kenaikan Isa Al Masih.

Dia juga menyoroti meski kunjungan meningkat, tingkat pengeluaran wisatawan masih tergolong moderat akibat daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih dan kebijakan efisiensi belanja pemerintah.

“Peningkatan ini menunjukkan daya tarik Gunungkidul tetap kuat, namun perlu inovasi agar wisatawan berbelanja lebih banyak dan tinggal lebih lama,” ujar Oneng.

Dari sisi wisatawan mancanegara, lanjut Oneng, kontribusi juga menunjukkan potensi menjanjikan. Wisatawan dari Belanda, Malaysia, dan Tiongkok tercatat memiliki rata-rata belanja hampir mencapai satu juta rupiah per kunjungan.

Mereka umumnya tertarik pada wisata alam dan petualangan seperti Goa Jomblang, Pantai Timang, dan Goa Pindul.

Melihat tren positif ini, Dispar Gunungkidul berkomitmen menindaklanjuti hasil kajian dengan memperkuat promosi digital, pengembangan paket wisata tematik, peningkatan layanan ramah keluarga, serta digitalisasi sistem pembayaran dan reservasi. (bas/pra)

Editor : Heru Pratomo
#belanja #Gunungkidul #one day trip #Wisatawan #Dispar