RADAR JOGJA – International Olympic Committee (IOC) atau Komite Olimpiade Internasional resmi memutuskan Indonesia dilarang menjadi tuan rumah Olimpiade buntut penolakan atlet Israel ikuti Kejuaraan Senam Artistik yang digelar di Jakarta.
Keputusan Pemerintah RI melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk menolak kedatangan atlet asal Israel dalam Kejuaraan Senam Artistik Dunia pada Minggu lalu (19/10) kini berbuah pahit.
Meskipun komite arbitrase olahraga (CAS) berpihak kepada Indonesia, Komite Olimpiade Internasional (IOC) punya kehendak lain dengan hukumannya.
Sebelumnya, CAS menolak gugatan yang dilayangkan Federasi Senam Israel (IGF) kepada Indonesia kurang lebih seminggu sebelum perlombaan.
Alasannya, baik CAS maupun Federasi Senam Dunia (FIG) tidak memiliki kuasa untuk melakukan intervensi imigrasi secara hukum, berhubung hal tersebut berada di luar lingkup olahraga.
Namun pada Kamis dinihari (23/10), IOC akhirnya mengambil tindakan atas kasus tersebut.
Indonesia, Kemenpora dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dianggap menyalahi isi Piagam Olimpiade, yang melarang diskriminasi dalam bentuk apapun.
“Semua atlet, tim dan ofisial memiliki hak partisipasi dalam kejuaraan internasional tanpa mengalami diskriminasi oleh tuan rumah, sebagaimana tertuang dalam Piagam Olimpiade dan prinsip non-diskiriminasi, otonomi dan kenetralan politik yang diusung pergerakan Olimpiade,” bunyi pernyataan resmi IOC.
Bukan hanya dilarang untuk menjadi tuan rumah Olimpiade, IOC juga larang Indonesia mengajukan diri menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan olahraga dunia, misal Piala Dunia hingga Indonesia bisa memberikan jaminan keterbukaan tanpa terkecuali.
“IOC juga merekomendasikan kepada seluruh badan olahraga dunia untuk tidak menggelar kegiatan dan kejuaraan olahraga di Indonesia hingga saat pemerintah Indonesia dapat memberikan jaminan keterbukaan akses tersebut tanpa terkecuali,” lanjut pernyataan tersebut.
Akhirnya, KOI dan FIG diminta untuk datang ke kantor IOC di Lausanne, Swiss untuk membahas insiden tersebut.
Nmaun, tidak disebutkan kapan KOI harus memenuhi undangan tersebut.
Kejadian ini bisa dikatakan ada keberuntungan dibaliknya karena hanya melibatkan panitia penyelenggara bukan untuk atlet.
Dengan kata lain, meskipun Indonesia tidak bisa menjadi tuan rumah, atlet Tanah Air tetap diperkenankan untuk ikut sebagai peserta Olimpiade 2028.
Editor : Satria Putra Sejati