Momen istimewa itu dirayakan dengan penuh rasa syukur dan kesederhanaan, seiring kondisi bangsa yang tengah menghadapi berbagai tantangan dan dinamika.
Direktur Utama PSIM Jogja Yuliana Tasno mengungkapkan rasa bahagianya atas perjalanan panjang yang telah dilalui klub kebanggaan masyarakat Jogja ini.
"Puji syukur kepada Tuhan, di usia ke-96 ini PSIM berada di level tertinggi liga yang sejak lama kita impikan," ujarnya, Kamus (4/8/2025).
Perempuan yang akrab disapa Cik Liana oleh para suporter ini menuturkan, peringatan HUT ke-96 PSIM Jogja mengusung tema 96 Tahun Mengawal Warisan, Menyongsong Kejayaan.
Diakui, tema ini dimaknai sebagai penegasan peran PSIM sebagai penjaga tradisi sepak bola Jogja, sekaligus dorongan bagi seluruh elemen klub.
"Mulai dari manajemen, pemain, maupun suporter, untuk melangkah maju bersama dengan optimisme," harapnya.
Sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, manajemen memutuskan meniadakan perayaan massal. Sebagai gantinya, acara dilangsungkan secara internal dengan prosesi sederhana berupa potong tumpeng dan doa bersama.
"Kami hormati dan berkomitmen mendukung pemerintah kota untuk menjaga suasana tetap kondusif," paparnya.
Dengan demikian, dalam perayaan kali ini Liana mengajak seluruh keluarga besar PSIM untuk merayakannya dengan penuh syukur melalui doa masing-masing. Tanpa perlu adanya kegiatan berkumpul.
Salah satu rasionalisasinya, lanjut Liana, adalah sebagai wujud empati klub terhadap situasi nasional sekaligus pengingat bahwa kekuatan utama PSIM terletak pada kebersamaan dan solidaritas.
Menjelang usianya yang hampir satu abad, PSIM diharapkan tidak hanya menjadi klub sepak bola. "Tetapi juga sumber inspirasi dan sukacita bagi masyarakat Jogja maupun Indonesia," ulasnya.
Harapan mulia itu, tandas Liana, diyakini hanya bisa terwujud bila seluruh elemen PSIM senantiasa memegang teguh komitmen, integritas, dan kedewasaan dalam setiap langkahnya. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun