SLEMAN - Bima Perkasa Jogja (BPJ) harus takhluk dengan tamunya Dewa United di laga kandang perdana Basketball League (IBL) 2024 dengan skor akhir 86-39 di GOR Pancasila UGM, Sabtu (20/1) siang.
Meski kalah, performa guard Bima Perkasa Jogja Avin Kurniawan menuai banyak pujian. Pemain asli Jogja itu tidak hanya membukukan 19 poin.
Dia juga memperlihatkan daya tarung tinggi di laga kandang perdana BPJ tersebut.
Pelatih BPJ Predrag Lukic mengatakan, pertandingan melawan Dewa United ini adalah pertandingan yang cukup baik untuk timnya.
Diakuinya, Bima Perkasa Jogja berada di bawah Dewa United.
"Mereka sama levelnya dengan tim-tim besar lainnya seperti Satria Muda dan Pelita Jaya. Jadi, ya, terlihat, mereka memang bukan level kami. Dewa memiliki roster yang benar-benar bagus," ujarnya.
Predrag mengaku kekalahan ini juga disebabkan larena para pemainnya memang kurang pengalaman. Jadi, memang BPJ harus lebih kerja keras lagi untuk membangun tim.
Walaupun demikian, Predrag tetap terkesan dengan penampilan Avin.
Sebab, selama ini, ia tidak melakukan banyak hal atau membuat program khusus yang membuat pemain bernomor punggung 8 itu tampil apik saat melawan tim penuh bintang macam Dewa United.
"Orang di samping saya (Avin) main luar biasa. Dia sangat berkembang dan memberikan segalanya di atas lapangan, berani bertarung, drive, dan tidak ada program khusus untuknya karena ini kerja keras Avin selama latihan. Saya hanya beri kepercayaan," beber Pedja usai pertandingan.
Predrag selalu tekankan kepada timnya kalau mereka tidak kalah. Sebab, menurutnya, timnya tetap menang karena dapat pengalaman.
"Kami harus melangkah ke depan. Jadi saat ini kami berada di jalan yang tepat. Kami semua di tim ini bekerja keras. Kami akan menapaki step selanjutnya. Hal ini terlihat di laga tadi, progres dari tim kami sudah terlihat. Pertandingan dengan Dewa United tentu jadikan kami pelajaran," jelasnya.
Sementara itu, guard BPJ Avin mengaku tidak ingin cepat puas dengan pencapaian yang diganjar pujian dari Pedrag itu.
Sebab, dia tetap harus lebih bekerja keras sehingga bisa berkontribusi maksimal untuk tim.
"Saya tidak mau ada di level yang kemarin-kemarin lagi. Saya motivasi diri saya sendiri bahwa bisa dan percaya proses. Targetnya tiap pertandingan bisa beri kontribusi positif, tidak hanya mencetak angka," tandasnya. (ayu)
Editor : Amin Surachmad